Penyalahgunaan kekuatan Trial by press karena ego dalam beragama.

ilustrasi

Oleh : Agung

Dalam dunia jurnalistik dan media massa itu ada istilah Trial by press (di hakimi oleh media) yg artinya media bisa membikin opini dan pandangan secara bias bagi masyarakat (framing), untuk menyudutkan seseorang atau sesuatu.

Trial by press ini terkadang ada gunanya, terutama saat melawan pemimpin yg tiran, tokoh yg korup, politikus jahat, atau jaringan bisnis gelap, yg susah di jerat oleh hukum karena besarnya kekuasaan dan uang yg melindunginya.

Trial by press sendiri pernah terjadi di indonesia saat media2 mulai berani bersuara mengkritik korupsi dan tirannya rezim orde baru di bawah kendali Suharto yg di nobatkan media sekelas Times dan Forbes sebagai koruptor terbesar dalam sejarah dunia. Dan hal itu salah satu faktor yg membuat rezim orba bisa tumbang.

Tapi sekarang ane miris lihat kekuatan Trial by press yg harusnya membuat media sekelas Tempo Media atau Suaradotcom bisa memerangi ketidadilan, korupsi, dan kejahatan besar yg kebal hukum, justru digunakan media ini untuk menghakimi orang yg pindah agama doang.

Seperti kontrasnya pemberitaan Salfina Sunan yg pindah dari islam ke kristen, dengan Deddy Corbuzier yg jadi mualaf. Dimana seakan2 narasi perpindahan Salfina Sunan jadi kristen itu adalah perbuatan jahat sampai di gambarkan dia takut terciduk dan lari terbirit2 (cem maling ayam dan copet saja dia), sedangkan Deddy Corbuzier yg masuk islam di puji2 setinggi langit menjadi jadi orang baik...

hal ini sangat 'What the f*ck' banget karena media2 Indonesia sendiri cenderung bias dan tendensius menggambarkan bahwa orang2 yg pindah dari islam ke agama lain langsung otomatis jadi orang jahat, sebaliknya orang yg dari agama lain lalu pindah ke islam langsung otomatis jadi orang baik.

Padahal orang pindah agama adalah hal yg wajar dan gak ada kaitannya sama sekali apakah jadi islam langsung jadi baik, dan jadi non islam langsung jadi gak baik. Toh buktinya dari ISIS, Al qaeda, Al Nusra, Boko Haram, dan seabrek kelompok teroris global itu rata2 pengikutnya beragama islam semua, sama seperti kelompok KKK atau Nazi sendiri berasal dari orang2 beragama kristen semua. beragama apapun tidak menjamin seseorang baik atau tidak, karena baik dan tidaknya seseorang sangat di pengaruhi akal sehat dan nuraninya, bukan cuman karena apa agamanya. Karena faktanya jelas kok tiap agama memiliki orang baik dan orang jahatnya masing2.

Tapi lucunya media2 indonesia baik media besar maupun media bodrex justru sangat bias klo sudah memberitakan orang mualaf atau murtad dari islam, sama juga klo udah memberitakan palestina dan Israel sangat bias dan tendensius, cenderung berat sebelah.

Hal ini ane rasa penyalahgunaan kekuatan Trial by press cuman untuk menurutkan ego agamanya doang, dan sama sekali gak membawa Indonesia menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih cerdas, yg ada justru sebaliknya membawa indonesia menjadi negara yg semakin mundur dan tertinggal cuman gegara ego agama dan bisnis media doang biar laris manis tanjung kimpul, peduli setan dengan intoleransi dan kebodohan yg semakin meluas di republik ini.

Sumber : Status Facebook Agung

Thursday, July 18, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: