Penyakit Gila PKI

Oleh: Eko Kuntadhi
Di Lampung, Syeh Ali Jaber ditusuk seseorang. Ia pendakwah. Sedang berada di atas panggung memberi tausiyah. Dan di atas mimbar itulah Ali Jaber diserang.
Tusukan tidak sampai membahayakan. Hanya pangkal lengannya yang luka.
Pelakunya ditangkap. Langsung dijadikan tersangka.
Apa motif pelaku? Masih diselidiki. Kita tunggu saja hasilnya.
 
Tapi ada motif lain, atas kejadian itu. Setelah penusukan, Rizieq teriak dari Saudi soal kebangkitan PKI. Munarman mengajak FPI untuk siaga kebangkitan PKI. Tengku Zulkarnaen berkoar-koar soal kebangkitan Organisasi di bulan September. Haikal Hasan komentarmya juga sama dan sejenis.
Mereka langsung menempelkan isu PKI.
Din Syamsuddin juga mulai menggiring kasus itu bentuk permusuhan pada ulama dan kriminalisasi ulama.
Din langsung membuat isu tentang umat Islam yang terancam.
Padahal polisi saja masih mendalami kasusnya. Masih menginterogasi pelakunya. Kok, mereka sudah berkesimpulan seperti itu?
Isu PKI atau penyerangan pada ulama memang masih laris. Tujuannya menciptakan suasana umat Islam dikesankan tertindas. Diperlakukan buruk. Agar emosi umat bangkit. Yang disasar siapa lagi kalau bukan kebencian pada pemerintah.
Usah ketebak.
Kita ingat kejadian penusukan Menkopolhukam Wiranto, beberapa waktu lalu? Penusuknya gerombolan teroris.
Apa mereka teriak ada kebangkitan PKI? Apa mereka teriak ada permusuhan pada pejabat negara? Gak.
Bahkan banyak komentar mereka yang gak berisi empati pada korban. Cenderung mengaburkan masalah. Padahal luka Wiranto cukup serius. Tusukan pisau merobek perutnya.
Pertanyaanya, kenapa ustad Ali Jaber diserang diatas panggung ceramah? Agar peristiwa itu mendapat perhatian besar.
Kenapa Wiranto ditusuk di depan banyak orang? Sama. Agar mendapat perhatian besar.
Targetnya caper. Cari perhatian. Menyebarkan ketakutan dan isu. Menarik pembicaraan sebanyak-banyaknya. Karena dramatis. Karena barbar. Karena mengagetkan.
Ali Jaber adalah ulama yang dakwahnya cukup sejuk. Ia menghindar masuk ke isu politik. Wajar. Ali Jaber adalah WNA. Jikapun ada yang membenci aktifitas dakwah Ali Jaber, pasti yang benci itu karena oleh Ali Jaber Islam ditampilkan secara lebih sejuk. Lebih toleran. Lebih menghargai. Lenih rasional.
Ali Jaber sendiri sudah mengingatkan, kasusnya jangan dikait-kaitkan dengan politik.
Tapi siapa yang peduli dengan seruan Ustad Ali Jaber yang lebih suka Islam tampil sejuk dan tidak mudah berprasangka?
Mereka maunya Islam tampil dengan wajah yang garang. Wajah yang penuh pekik kebencian. Penuh caci maki pada pemerintah. Dan Ali Jaber kayaknya gak bisa memuaskan hasrat seperti itu.
Ada isu pelakunya adalah orang gila. Saya sih, gak terlalu percaya. Kita tunggu saja penyelidikan polisi. Kita sangat berharap informasinya dibuka selebar-lebarnya.
Tapi yang pasti, karena kejadian itu muncul banyak orang gila. Gila PKI khususnya. Yang gila itu adalah yang teriak-teriak penusukan Ali Jaber adalah kebangkitan PKI.
Yang lebih gila adalah mereka yang percaya apda kegilaan itu, lalu menyebarkannya untuk menularkan kegilaan ada orang lainnya.
PKI sudah lama punah. Gak pernah ditemui batang hidungnya lagi. Tapi orang-orang gila selalu menuding PKI pada setiap kejadian. Membuat masyarakat gila PKI.
"Mas, membuktikan orang kena pemyakit gila PKI bisa dengan swab gak?," tanya Abu Kumkum.
 
(Sumbera: Facebook Eko Kuntadhi)
Tuesday, September 15, 2020 - 23:00
Kategori Rubrik: