Penusukan Menko Polhukam Bukti Nyata Radikalisme

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Bahaya radikalisme itu nyata. Ini juga yang diulang-ulang oleh Ustadz Ali Fauzi, mantan napi teroris bom Bali, yang bersaudara dengan Amrozi cs. Dan kita patut berterimakasih, ketika kita masih bisa tidur lelap, ada saudara-saudara kita yang gigih melakukan upaya deradikalisasi kepada orang-orang yang sempat tersihir oleh tipuan ilusi gerakan radikal.

Kasus penusukan hari ini, dan kejadian di IPB, seharusnya membuka mata semua pihak, radikalisme itu bukan hantu yang direkayasa, ia memang nyata.

Meskipun demikian, tidak dipungkiri, ada pula sebagian pihak yang gemar melakukan pelabelan radikal kepada mereka yang berbeda pandangan politik. Ini juga kesalahan yang menambah runyam masalah. 

Orang itu punya hak untuk lebih religius. Ia juga punya hak untuk tidak dilabeli macam-macam. Mau berjilbab, rajin ke masjid, bernampilan lebih syar'i, itu semua dijamin oleh negara. Yang tidak boleh adalah kalau pola pikirnya justru bertentangan dengan Islam yang ramah dan damai, dan mengajak untuk membunuhi mereka yang berbeda pendapat.

Issue ini harus disikapi dengan serius dan hati-hati oleh semua pihak, khususnya pemerintah. Jangan kasih kesempatan tumbuh mereka yang berpaham khawarij, yang mudah menghalalkan darah sesamanya.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Friday, October 11, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: