Pentingya Masuk dan Ikut Organisasi NU

Oleh: Muhammad Arief Junaydi

Akhir-akhir ini kita selalu disuguhi dengan berbagai macam problema statement dan sejumlah informasi baik itu informasi valid maupun informasi hoax yg disebar dibumbui dan diberikan caption atau judul yg hot utk melengkapi perpolitikan dalam negeri semenjak meletusnya kasus Ahok di pilkada DKI.

Sejak beberapa tahun terakhir atau kurang lebihnya dikisaran sepuluh tahunan dan sekarang hampir berada pada puncaknya atas perseteruan beberapa kalangan Ormas terlebih sesama Ormas Islam dan lebih-lebih sesama Ormas yg bernaung dibawah bendera Ahlussunnah Wal Jama'ah Al-Asya'iroh yg merupakan pengikut dan pemeluk Aqidah Islam terbanyak di dunia.

Seringkali kita jumpai atau kita baca dari banyak ucapan dan opini yg dijadikan statement ketidak sukaan kepada NU sebenarnya, oleh mereka para pembenci NU dengan ucapan atau statement yg sudah tidak asing lagi kita dengar, misalnya; "NU sekarang sudah tidak murni seperti NU Mbah Hasyim, NU sekarang sudah terindikasi dan dimasuki faham2 sesat seperti Liberal, Komunis dan Syiah, NU sekarang sudah menjadi penjilat pemerintah, asing dan aseng dan statement-statement lainnya yg tujuan sejatinya hanya utk menggembosi dan menebar kebencian kepada NU."

Namun ada pula kalangan diluar NU seperti kaum FPI, eks HTI, pasukan Wahhabi dll yg juga tak ketinggalan memberikan statement lawakan basi tak bermutu misalnya; "Islam tak perlu dipecah2 digolong2kan karena Islam itu hanya satu, Jangan fanatik buta kepada organisasi tapi fanatik lah kepada agama Islam, Ahlussunnah Wal Jama'ah itu bukan cuma di NU tapi masih banyak diluar NU, Ahlussunnah Wal Jama'ah bukan cuma di NU buktinya di luar negeri banyak pengikut Ahlussunnah Wal Jama'ah yg tidak masuk atau ikut NU dan statement2 kaum sempalan lainnya".

Gini lho yaaa, sebenarnya bagi kaum yg berakal dan berilmu sudah tentu dawuh Maulana Al Habib Luthfi Bin Yahya dalam video ini sebenarnya sudah praktis tegas dan lugas utk difahami namun toh yg namanya manusia apalagi beragama secara kagetan tidak punya fikiran luas tentu saja masih mau komplain dan tidak terima seperti FPI misalnya yg merupakan pengikut Sunni Asyaairoh juga walau akhir2 ini cukup mesra dgn faham2 takfiri yg lain seperti Wahhabi dan sejenisnya.

NU itu adalah barometer serta rumah besar Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah di Nusantara mengapa demikian karena dari berbagai sisi dan bidang hanya NU lah yg benar2 mengikuti konsep dakwah Wali Songo sang penyebar Islam di Nusantara pertama kali dalam sejarah. Dekatnya NU dengan pemerintah bukan berarti NU itu penjilat karena apa, karena dalam sejarah Wali Songo juga tak terpisah dengan pemerintahan di pulau Jawa dan lambat laun para penganut kepercayaan diluar Islam mulai pudar mengurang dan malah pindah ke Islam.

Dari segi Aqidah sudah tentu NU sebelum didirikannya dilatar belakangi banyak musabbabnya selain merintis dan memperjuangkan Aqidah Aswaja Asyaa'iroh juga demi membentengi negara demi tercapai negara yg merdeka adil makmur subur damai dan aman dari rongrongan musuh2 negara ataupun musuh agama. NU dalam Qanun Asasi sudah jelas Aqidah dan Madzhabnya artinya para Ulama'-Ulama' sepuh tak hanya asal mendirikan organisasi keagamaan ini dan visi misi itu tetap terjaga hingga kini, namanya orang berjuang sudah barang tentu banyak rintangan dan tantangannya baik dalam NU sendiri seperti NU-GL ataupun diluar NU seperti FPI, Eks HTI dll. Setiap ocehan fitnah yg dilayangkan ke NU dan tokoh-tokohnya selalu ada klarifikasi dan penjelasa up to date dari pihak yg berkaitan sehingga lurusnya jalan perjuangan NU terus berjalan pada rel yg benar.

Sebagai penutup tulisan ini kiranya ayat ini cukuplah sebagai bantahan bagi mereka yg membenci Nahdlatul Ulama dengan kebencian yg mendarah daging sedemikian rupa.

Al-Qur'an Surat Yusuf, ayat 108

{قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (108).

Katakanlah, "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”

Wassalam:
Hanya coretan seorang Kuli Bangunan TKI Malaysia.

 

Sumber: fb sunarko

Monday, June 4, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: