Pentingnya Moda Transportasi Massal

Oleh : Damar Wicaksono

Kebijakan ganji genap di sejumlah ruas tol layak diapresiasi. Tapi seharusnya tidak dijadikan permanen. Lahan untuk tol sudah trbatas. Di Japek atau Jagorawi, sudah mencapai 4 sd 5 lahur masing2 jalur. Sudah mentok. Moda kereta massal harus segera dibangung di megapolitan Jakarta

Banyak pengembang membangun perumahan berlabel Kota Mandiri di sekeliling Jakarta. Taruh saja tiap pengembang besar itu membangun 200 rumah per tahun, otomatis ada tambahan 200 mobil. Yang setengahnya akan digunakan menuju Jakarta

Kesalahan yang harus dibenahi oleh rezim Jokowi dari yang lalu2 adalah TIDAK ADANYA kewajiban menyediakan moda transportasi massal (bus, LRT dll) antar kota mandiri atau menuju Jakarta. Sampe kapan mau berkejaran antara pertumbuhan kilometer jalan tol dan jumlah mobil?

Contohnya ya bandara Soetta. Sekarang ada pilihan 3 ruas tol dari Jakarta. Dampaknya, Tol Sedyatmo jadi 8 lajur (4 lajur masing2). Itupun sudah mulai padat lagi. Kereta bandara yang sekarang harus segera disusul dengan rute yang lain.

Di jalanan Jakarta, altrnatif mengurangi macet, mobil2 yang masuk dari Bodetabek harus langsung disambut dengan LRT or MRT. Mobil2 itu harus parkir di pinggir kota. Dibarengi pula dengan kebijakan ERP di 4 jalan protokol (Sudirman, Thamrin, MT Haryono fan Gatsu)

Itu Tangerang Kota, Tangerang Kabupaten n Tangsel mbok kepala daerahnya segera rundingan. Juga kepala daerah Bekasi Kota dan Kabupatrn. Riungan supaya ada jalur LRT di dalam kota mereka
 
Sumber : facebook Damar Wicaksono
Monday, April 16, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: