Penolakan Abdul Somad oleh Hongkong Indikasikan Tolak Radikalisme?

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Otoritas Hong Kong nampaknya mulai ketat mengawasi kedatangan penceramah yang diundang komunitas warga Indonesia disana. Setelah Sugik dihalau keluar, ganti Somad yang diminta kembali ke pesawat balik ke Indonesia.

Berdasarkan informasi, tausiyah adalah bisnis yang menggiurkan. Tiketnya laku keras di kalangan TKI . Jadi organizer tausiyah di Hong Kong beroleh banyak uang sampai mampu membiayai honor, tiket serta hotel penceramah. Jadi duit bicara disini.

Lagi pula ada indikasi penyalahgunaan visa oleh panitia. Fasilitas bebas Visa tidak boleh dipakai untuk kegiatan komersial apalagi Somad dibayar lewat jualan tiket. Jika informasi ini salah, silahkan diklarifikasi.

Terlepas dari unsur komersil yang tercium keras, pemulangan Somad mengindikasikan bahwa Hong Kong mulai mengkhawatirkan kemungkinan masuknya paham radikal ke komunitas asing disana. ( baca: https://www.google.co.id/…/hong-kong-police-alert-terror-th…). Otoritas Hong Kong mentengarai setidaknya ada 50 TKI Indonesia yang terindikasi pendukung ISIS ( baca : http://www.newsweek.com/hong-kong-domestic-workers-being-ra…) Diketahui, pelaku bom panci dulunya TKI dan mendapatkan indoktrinasi dari organisasi teroris ketika bekerja di luar negeri.

Kita juga mendapati banyak postingan para pahlawan devisa yang menunjukkan gejala radikalisme dan intoleransi. Lebih jauh lagi kita berspekulasi bahwa nampaknya yang rentan dimasuki paham intoleran bukan lelaki tapi justru perempuan. Contohnya beberapa pelaku penyebar kebencian adalah perempuan.

Akan halnya pelarangan Somad masuk Hong Kong sungguh disa
yangkan. Meski otoritas Hong Kong punya hak, tapi kita tegas disini bahwa dia bukan teroris. Identitasnya terang benderang.

Karena itu, pemerintah mesti mengambil langkah untuk menjelaskan duduk perkaranya agar tidak ada pelarangan lagi.

Biar Somad tahu bahwa pemerintah dan negara ini sayang sama dia.

Referensi : https://www.jawapos.com/…/dianggap-teroris-ustad-abdul-soma…

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Sunday, December 24, 2017 - 20:15
Kategori Rubrik: