Penjajahan Belanda

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Berdasarkan konsep hukum internasional 'uti posideti juris...', maka berlaku ketentuan...; bahwa suatu negara mewarisi wilayah yang sebelumnya diduduki oleh negara penjajahnya.

Dengan azas tersebut..., maka wilayah negara Indonesia saat ini ialah wilayah bekas jajahan Belanda..., termasuk Papua.

Sehingga argumen pemerintah Belanda pada Konferensi Meja Bundar tahun 1949..., yang menyatakan bahwa Papua tidak termasuk wilayah Indonesia karena adanya perbedaan etnis/ras..., otomatis gugur dan bertentangan dengan hukum internasional.

Pembentukan opini perbedaan etnis/ras yang dibangun oleh Belanda dalam isu Papua saat itu..., sesungguhnya adalah siasat Belanda untuk membangun sentimen rasial orang Papua terhadap bangsa Indonesia lainnya yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa.

Kita tidak lupa..., bahwa pemerintah kolonial Belanda pun pernah melakukan hal yang sama ketika mereka menerapkan Undang-Undang Kolonial tahun 1854..., dimana mereka menciptakan pemisahan status sosial berdasarkan ras yaitu....:

1. Orang kulit putih Eropa;

2.  Orang Timur Asing..., yang meliputi orang (peranakan) Tionghoa..., Arab..., India..., maupun non-eropa lainnya;

3.  Pribumi..., yang identik dengan masyarakat keturunan suku-suku asli Indonesia.

Sayangnya..., hingga saat ini sentimen rasis yang dibangun Belanda masih melekat kuat dalam diri sebagian rakyat Indonesia..., termasuk Papua.

Fakta sejarah ini juga semakin menegaskan..., bahwa Operasi Trikora (19 Desember 1961 sampai 15 Agustus 1962)..., yang digagas oleh Presiden RI pertama.., Soekarno..., bukanlah operasi militer Indonesia untuk melawan rakyat Papua..., melainkan merupakan upaya Indonesia untuk melawan kekuatan militer Belanda dalam rangka mengembalikan Papua Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Pada peristiwa ini..., kembali terlihat kelicikan Belanda.

Belanda sengaja menghindari jatuhnya korban tempur dari kalangan bangsa Belanda..., dengan memobilisasi pemuda-pemuda Papua yang tergabung dalam Papuan Volunteer Corps (PVK..., Dutch Papoea Vrijwilligers Korps)..., untuk bertempur menghadapi kekuatan militer Indonesia.

Para mantan anggota PVK bentukan Belanda inilah yang kemudian membentuk Organisasi Papua Merdeka (OPM)..., yang hingga saat ini masih berupaya melepaskan Papua dari NKRI.

Sesungguhnya..., keinginan Belanda menguasai Papua tidak terlepas dari pengetahuan Belanda tentang kandungan sumber daya alam Papua yang luar biasa.

Seorang peneliti geologis Belanda bernama Jean Jacques Dozy., telah menemukan cadangan emas di Erstberg sejak tahun 1936.

Namun., hasil penelitiannya tersebut tidak sempat ditindaklanjuti oleh pemerintah Belanda..., karena mereka masih dihadapkan dengan situasi pasca Perang Dunia ke - 2..., yang berimbas pada merosotnya kemampuan ekonominya.

Berdasarkan catatan sejarah., pada 1 Oktober 1962..., pemerintah Belanda di Irian Barat menyerahkan wilayah ini kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) hingga 1 Mei 1963.

Setelah tanggal tersebut..., bendera Belanda diturunkan dan diganti bendera Merah Putih dan bendera PBB.

Selanjutnya..., PBB merancang suatu kesepakatan yang dikenal dengan "New York Agreement"..., untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Irian Barat melakukan jajak pendapat melalui Pepera pada 1969... yang diwakili 175 orang sebagai utusan dari delapan kabupaten pada masa itu.

Hasil Pepera juga menunjukkan..., bahwa rakyat Irian Barat setuju untuk bersatu dengan pemerintah Indonesia.

NKRI harga mati..., mari kita jaga kesatuan dan persatuan RI...

Rahayu....

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Thursday, August 6, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: