Penjahat Kemanusiaan

ilustrasi

Oleh : Asrof Husin

Dulu, banyak negara luar melihat dan menyebut negara kita Indonesia replika surga kecil , tetapi sekarang negara kita disebut sebagai replika asap neraka.

Itu semua karena warisan, warisan yg sudah puluhan tahun hutan yg dgn sengaja dibakar.
Pada masa rezim orde baru, pd masa itu terang2an hutan dibakar, cara murah dan mudah pembersihan lahan untuk perkebunan.

Warisan pembakaran hutan ini harus dihentikan, tetapi warisan ini teryata tdk bisa dihentikan, terus menerus hutan sengaja dibakar sampai sekarang , seperti kata Presiden Jokowi : " Ada kesengajaan terorganisir "
Sedangkan Kapolri Jend. Tito K sendiri menjadi sangat heran di Riau perkebunan sawit dan hutan industri tak terbakar.

Para cukong memberi uang recehan ratusan ribu kpd mereka yg bersedia membakar hutan dan hanya dgn uang recehan ini merekapun dgn sengaja membakar hutan dan replika asap nerakapun terciptakan, dan mereka semua yg dgn sengaja membakar hutan ini sangat pantas jika disebut penjahat kemanusiaan.
Dan saya sgt setuju bahwa jangan lagi sebut kebakaran hutan adalah bencana, tetapi penjahat kemanusiaan, karena mereka semua dgn sengaja telah membakar hutan demi keserakahan.

Penjahat2 kemanusiaan ini harus ditangkap dan dihukum dgn berat.

Sedikit data tentang kebakaran hutan yg disengaja dan berapa banyak hutan yg dihancurkan, :
- 1982 - 1983 : 3,2 juta hektar.
- 1987 : 66.000. hektar.
- 1991 : 500.000. hektar.
- 1997 - 1998 : 9,7 juta hektar.
- Dan kebakaran hutan pd 2019 ini menurut data Menteri Lingkungan hidup dan kemanusiaan, luas karhutla mencapai 328.722 hektar.

Dan tercatat dalam sejarah bahwa kebakaran hutan yg paling parah dlm sejarah negara kita adalah pada th 1997-1998, yg semua ini disebabkan oleh ulah para pemilik perkebunan yg dgn sengaja membakar lahan dan hutan, itu semua karena pd masa pemerintahan rezim orde baru menyatakan bahwa pembangunan perkebunan kelapa sawit adalah target utama masa depan, maka sejak th 1995 pihak industri memakai cara tebang dan bakar untuk mengkonversi lahan menjadi perkebunan.

Adapun kebakaran hutan pd 1997-1998 yg disengaja ini dan paling parah ini yg terjadi di Riau dan Kalimantan berlangsung lebih dari 7 bulan, adapun dampaknya kenegara Asia Tenggara hingga sebagian Australia, akibatnya seluruh negara Asia Tenggara menjadi gelap , dan akibat asap ini pd 26 Sept 1997 pesawat Garuda jenis Air Bus 300 jatuh diladang warga didesa Buah Nabar Kab Deli Serdang, Prov Sumut, dan menewaskan seluruh penumpang serta kru pesawat berjumlah234 orang.

Apakah kejadian pembakaran hutan yg terparah dlm sejarah ini 1997-1998 adalah salah Presiden Jokowi Juga ? mereka hanya bisa menyalahkan, berdemo minta Presiden Jokowi mundur karena tdk bisa mengatasi Karhutla , jika kita berdasarkan fakta bahwa Presiden Jokowi dlm mengatasi karhutla ini telah bekerja dgn sgt serius, terbukti sejak karhutla th 2015 dan setelah itu titik api sgt jauh menurun, tetapi sekarang ini pd 2019 ini kembali hutan dgn sengaja dibakar lagi dan yg disalahkan presiden Jokowi , lalu bagaimana dgn 10 th pemerintahan Esbeye dan apa fungsinya kepala daerah ?

Pembakar hutan adalah penjahat kemanusiaan.
Pembakar hutan adalah pembunuh massal.
Dan mereka semua harus ditangkap dan dihukum dgn sangat berat.

SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Monday, September 23, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: