Penista Jenazah (Nakes Honorer ber-Upah Penjara

ilustrasi
Oleh : Harun Iskandar
Ada cerita baru dari satu bagian negeri antah berantah. Tentang kekonyolan para Pemabok Agama . . .
Seorang perempuan setengah umur wafat karena Covid-19. Karena almarhumah beragama Islam, seperti lazimnya perlu dimandikan. Secara syar'i.
Sayangnya Nakes, Tenaga Kerja Kesehatan, yang berjumlah 4 orang, satu status PNS dan tiga honorer, semua laki-laki. Harusnya ndak boleh memandikannya. Dalam kondisi normal.
Sang Suami, yang ndak setuju, istrinya disentuh laki2 lain, oleh pihak Rumah Sakit disuruh cari yang mampu, mau, dan berani memandikan istrinya. Sampai 2 jam ndak nemu2.
Jenasah perempuan itu pun akhirnya dan terpaksa dimandikan oleh orang2 yang mau dan yang tersedia tadi. Yakni Seorang Nakes status PNS plus tiga Nakes Honorer. Yang semuanya berkelamin laki-laki.
Eh, suami yang ndak bisa nyari orang buat mandikan sang istri, dan yang ndak mau mandikan sendiri, ndak terima. Protes.
Pihak 'kumpulan ngulama' pun negur Rumah Sakit. 'Itu dosa besar', kata mereka dengan meyakinkan.
Pada akhirnya yang protes jadi banyak orang. Mumpung ada 'tema'. Maklum sudah barang 2 atau 3 bulan absen demo. Tema dan tuduhan 'menista agama', Islam . . .
Yang lucu, kumpulan pendemo tadi, yang begitu banyak, ndak muncul waktu dicari. Waktu diperlukan untuk mbantu memandikan jenazah. Begitu juga 'kumpulan ulama'.
Tapi waktu ada isu orang menista agama, kontan pada mêjudhul semua . . .
Para Nakes yang 4 orang itu, satu PNS dan tiga Honorer, dilaporkan ke polisi.
Meski ndak ditahan, karena tenaganya sangat dibutuhkan, tapi sudah dijadikan tersangka. Penista Agama. Konon ancaman hukuman 6 tahun penjara . . .
Moga2 negara antah-berantah itu bukan negeri saya, Indonesia . . .
Kayaknya seh, ndak mungkin. Karena di negeri saya, Indonesia, orang2nya beragama dengan cara yang cerdas dan santun.
Kecuali kalo pas mabok . . .
Sayangnya, maboknya itu sering kumat2an dan langganan . . .
Wednesday, February 24, 2021 - 08:15
Kategori Rubrik: