Pengorbanan Sang Napi Menuai Hasil

Oleh : Herry Tjahjono

Melihat hasil pilkada di Jabar, Jateng, Jatim (juga sebagian besar daerah lainnya) - secara psikologi politik bisa disimpulkan : pengorbanan Ahok di pilgub DKI tak sia-sia.

Isu SARA, politik identitas, jualan ayat - relatif "gatot" alias gagal total. Prinsipnya, bangsa ini belajar dari kebrutalan pilgub DKI yang 'menumbalkan' Ahok. Belajar untuk jadi bangsa yang dewasa, rasional, toleran, dan majemuk. Belajar menegakkan Pancasila dalam artinya yang luas.

Bangsa ini - meski tidak 100 % - enggan jadi keledai dungu yang terjatuh di lubang yang sama.

Ahok seharusnya tersenyum di balik sepi selnya menyaksikan hasil pilkada serentak ini. Mungkin tetap ada kesedihan karena masih ada tumbal lain, dan itu sahabat setianya bernama Djarot.

Namun dia boleh mulai tersenyum atas air mata pengorbanannya bagi bangsa ini. Dan senyum itu akan makin melebar sebab pengorbananya (bersama Djarot) akan membuat bangsa ini lebih baik lagi tahun depan.

Ahok (dan Djarot) adalah maskot-maskot bangkitnya nasionalisme berlandaskan Pancasila di tengah bangsa ini. Dan para pendekar patriot baru harus segera siap berjuang menjaga nasionalisme itu di daerahnya masing-masing.

Selamat berjuang para patriot...

-HT-

Sumber : facebook Herry Tjahjono

Friday, June 29, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: