Pengkhianat Intelektual Itu Bernama Yusril

Oleh: Saiful Huda Ems

 

Yusril ingin menjadikan Islam sebagai bendera politiknya meski kelakuannya tidak islami karena ia terlalu banyak membela dan melindungi koruptor.

Yusril juga bodoh karena ia membela HTI padahal HTI anti demokrasi, anti Pemilu dan anti perbedaan. Ini sikap dan pikiran Yusril yang sangat kontradiktif, disatu sisi ia ingin ikut Pemilu tapi disisi lain ia membela HTI yang menolak Pemilu, menolak demokrasi.

 

 

Yusril bukanlah politisi muslim yang baik, karena Yusril mendukung politisi-politisi korup, bejat pro mafia dalam melawan dan menjatuhkan pemimpin-pemimpin yang jujur, tegas dan berprestasi seperti Ahok hanya alasan beda agama.

Yusril tidak bisa menjadi teladan pemimpin yang baik, karena Yusril menceraikan istrinya dan mengawini perempuan muda dan orang asing padahal dia sendiri anti asing.

Yusril tidak berani bersikap kesatria, karena partainya gurem gak boleh ikut Pemilu tapi ia masih ngotot untuk ikut Pemilu meski ia memperjuangkannya secara konstitusional.

Yusril terus menerus menjatuhkan wibawa Presiden Jokowi karena Yusril gak diangkat jadi apa-apa oleh Jokowi yang berprestasi dan defakto didukung oleh jutaan rakyat yang memilihnya dalam Pilpres.

Yusril itu pengacara hebat di depan media, tapi bodoh dalam kenyataannya, soalnya sidang membahas kasus pembubaran HTI di PTUN kok ngomongnya ngelantur kemana-mana hingga soal LGBT.

Yusril itu bukan negarawan tapi politisi kacangan, soalnya bangsa Indonesia sedang terbelah dua antara yang pro dan kontra, kok Yusril gak berusaha mendamaikan tapi malah ikut menstimulus keributan dengan memanas-manasi rakyat dan tokoh-tokoh bangsa untuk melawan pemimpin sahnya.

Yusril itu sekilas nampak jantan tapi sebenarnya banci, karena ikut ngipas-ngipasi jutaan orang untuk melawan Ahok yang sendirian berjuang untuk tegaknya keadilan.

Yusril itu penghianat intelektual, karena ilmunya tidak dijadikannya untuk menata negara, memajukan kehidupan bangsa namun malah hanya untuk pamer dan merusak semua tatanan yang ada.

Koruptor menjarah hak-hak fakir miskin di negeri ini dibelanya, pemahaman agama Islamnya yang setengah-setengah dijadikannya untuk membodohi umat Islam dengan citra intelektualitasnya.

Barangsiapa berani merobohkan pemikiran-pemikiran keblinger Yusril, maka Insha Allah ia akan dicintai Tuhannya...(SHE).

(Sumber: Facebook Saiful Huda Ems (SHE). Advokat dan penulis.)

Monday, April 2, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: