Pengharapan

ilustrasi

Oleh : R Budi Sarwono

Di goa-goa purba, para arkeolog menemukan gambar-gambar burung, kijang, macan, menjangan yang mati tertusuk tombak dan anak panah. Gambar-gambar itu melambangkan pengharapan mereka, agar yang terjadi di luar goa --dalam perburuan-- sama seperti yang mereka lukiskan di dinding dinding goa. Itu cara berdoa paling purba dalam sejarah umat manusia.

Pada perkembangan berikutnya, doa doa dilakukan dengan memodel cara alam bekerja. Ketika minta hujan manusia membuat bunyi mirip guntur. Ketika minta panen manusia membunyikan lesung. Ketika terjadi gerhana manusia memukul kentongan bertalu talu. Cara manusia berdoa berevolusi sedemikian rupa.

Menjelang abad cahaya,manusia berdoa melalui dewa dewa, Dewa dewa itu dipercaya sebagai figur yang menjaga alam semesta. Kepada merekalah harapan manusia disandarkan.

Di abad modern ini manusia bedoa kepada Tuhan lewat agama. Ada begitu banyak agama di dunia ini, dengan ratusan cara berdoa, dan berharap.

Dari keseluruhan riwayat manusia itu, meskipun berganti cara, ada satu hal yang terus menerus ada dalam laku spiritual, ketika manusia bernegosiasi dengan Sang Khalik, yakni pengharapan. Pengharapan tak pernah absen dari sejarah kita. Manusia purba maupun manusia modern menciptakan keadaan dengan menghidupi penharapannya.

Tagar #IndonesiaTerserah di tengah pagebluk ini, menegasi kenyataan itu. Tagar #IndonesiaTerserah menyiratkan hilangnya pengharapan sebagian diantara kita akan kembalinya keadaan yang baru.

Berdoa bersama itu seperti berlayar dengan biduk sampan, jika satu orang melubangi dasar perahu, karamlah kita semua. Indonesia, kini sedang berdoa bersama. Kita membutuhkan kondisi bersatunya semua harapan, agar pandemi ini segera hilang.

Dalam situasi pandemi ini sangat penting memahami dunia afeksi para petugas medis yang berjuang sebagai nahkoda. Mereka mengayun dayung agar semua selamat sampai tujuan, sementara yang lain justru menenggelamkan rasa empati mereka, dengan menghadiri kerumun dengan koppignya. Marah jugalah mereka.

Hari ini hidup kita banyak bersandar pada peran para perugas medis. Mari hentikan sifat koppig kita, dan mengganti kecemasan dengan pengharapan. Sejak jaman purba kita belajar, bahwa sejarah manusia dibangun dari pengharapan satu ke pengharapan yang lainnya. Jangan matikan pengharapan itu dengan tagar yang dapat menenggelamkan semangat bersama. Kita dukung para petugas medis dengan tagar #IndonesiaBisa

Sumber : Status Facebook R Budi Sarwono

Saturday, May 23, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: