Penghangusan Buku-Buku Ideologi

ilustrasi

Oleh : Jumrana Sukisman

"Buku-buku dihancurkan bukan oleh ketidaktahuan awam atau kurangnya pendidikan, melainkan justru oleh kaum terdidik dengan motif ideologis masing-masing”
(Fernando Báez, 2017)

Yg menyedihkan adalah upaya penghancuran buku-buku Komunisme/ Marxisme-Leninisme dilakukan oleh orang/ kelompok yg berada di dalam dan di luar institusi negara.

Ada klp yg hanya ingin pandangannya mendominasi paradigma berpikir masyarakat dan dgn percaya diri menganggap bahwa apa yg dilakukannya utk melindungi masyarakat.

Adapula kelompok yg masih menganggap bahwa ketiga ideologi ini adalah ancaman, sesuatu yg sebenarnya paranoid. Ideologi ini sdh bangkrut, hanya menjadi hantu dr masa lalu. Ia hanya hidup d ruang-ruang diskusi ilmiah, digunakan sbg rujukan utk membaca fenomena sosial, ekonomi, dan politik. Diperdebatkan asumsi-asumsinya dan diperbandingkan dgn isme-isme lainnya.

Bersama paradigma lainnya, ketiga pandangan ini telah membentuk kerangka ilmu pengetahuan sosial yg dinamis spt sekarang ini. Hampir semua teori ilmu sosial pernah berdialektika, bersentuhan dengan pemikiran komunisme/ Marxisme-Leninisme. Kelindan pemikiran Karl Marx terus mewarnai ilmu sosial di berbagai jaman setelahnya mengikuti perubahan masyarakat.

Jadi yang menganggap ajaran komunisme/ Marxisme-Leninisme sbg ajakan pembantaian dan ketidakpercayaan akan Tuhan, pasti tak pernah membaca ttg Das Kapital, philosophi and economic manuscript 1884, Brumaire XVIII of Louise Bonaparte, dan buku2 lainnya yg membahas ttg pemikiran Marx. Buku-buku Marx umumnya berbicara ttg struktur dan dinamika sosial, dominasi kelas Borjuis, perjuangan kelas, dll. Ia memotret kondisi sosial masyarakat dijamannya, dan merefleksikan semua pandangan-pandangannya dan kemungkinan-kemungkinan dr perkembangan masyarakat.

Setiap paradigma dan teori ada celahnya tapi bukan berarti paradigma dan teori tersebut cacat dan harus diberangus. Karena setiap paradigma dan teori bisa menjadi inspirasi bagi berkembangnya paradigma dan teori-teori baru.

Ada kemungkinan ketiga yg menyebabkan maraknya razia buku 3 ideologi ini. Di tahun 2016,: saat Rocky Gerung belum cukup gila, ia pernah berkata pd media bahwa maraknya razia yg dilakukan karena ada yg khawatir kekacauan dlm G30/S PKI akan terbongkar (waktu itu buku2 Tan Malaka rame di cari utk dimusnahkan).

Buku-buku dihancurkan, sm seperti menghancurkan sebuah peradaban.

Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

Monday, August 5, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: