Pengaruh Hoax Turbo pada Kerusakan Syaraf

Oleh: Eko Kepik

 

Bermula dari kabar nenek tercinta kita Mbah 
You Know Who dipukuli hingga lebam...berita ini kemudian disampaikan oleh tokoh-tokoh politik kenamaan yang kerap berseberangan dengan pemerintah...Kebetulan nenek yang satu ini, saya bilang nenek karena usianya sekitar 70 tahun dan berdasarkan kategori umur dari yang saya ketahui usia 70 tahun masuk kategori masa manula, merupakan seorang aktivis tersohor yang sangat-sangat kritis terhadap pemerintah....

 

 
Seorang aktivis yang sangat kritis, lanjut usia lagi, dipukuli hingga lebam bisa jadi ibaratnya Pertamax Turbo.... bahan bakar yang ampuh untuk menyulut api yang besar....apalagi ini menjelang pilpres...berbagai jenis bahan bakar siap disulut....
Apa yang ada di benak saudara jika mendengar istilah turbo? Jangan berpikir kepanjangannya dalam Bahasa Jawa lho ya.... 
 
Kompor-kompor dari segala penjuru negeri pun siap diledakkan...dan akhirnya boooooommmmmm..... kompor pun meledak dengan kencang...api dengan cepat menyebar....banyak orang-orang, terutama tokoh politik yang kontra dengan pemerintah, tersulut emosinya...gak peduli itu hoax apa bukan segera disebarkan dengan sedikit ditambahi bumbu-bumbu biadab...bahkan sampai ada yang nangis-nangis.....
 
Hingga akhirnya polisi turun tangan dan bergerak dengan kecepatan turbo untuk mengungkap kasusnya...lambat laun mulai terkuak jika berita itu tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan polisi...
Si nenek pun sepertinya tidak bisa membantah temuan polisi...ibarat bermain catur, baru nyekak sekali sudah mati langkah...tidak berkutik...dan pada akhirnya mengaku jika berita penganiayaan terhadap dirinya, yang pernah dia sampaikan ke salah satu capres dan seorang kakek tersohor itu, ternyata hoax...Malukah? Kapok? Gak yakin....
 
Ini merupakan skandal turbo menjelang pilpres.....pihak salah satu capres dan jajarannya yang terlanjur mengabarkan hoax turbo dengan "semangat" itupun kebakaran jenggot...api yang disulutnya justru membakar dirinya sendiri...senjata makan juragan...tertipu oleh salah satu juru kampanyenya sendiri...entah apa yang ada di benak mereka...berbanding terbalik saat mengabarkannya...rame-rame minta maaf tanpa "semangat" lagi... Malukah? Kapok? Super gak yakin....
 
Beberapa tokoh politik menduga bisa jadi ini ''Firehose of The Falsehood'' menjelang pilpres untuk kepentingan 2019...menarik mengamati kasus ini...kita tunggu pengakuan berikutnya dari pihak ibu dari artis ibu kota yang saat ini sudah ditahan polisi tersebut...bisa geger turbo jika dugaan ''Firehose of The Falsehood'' itu benar...waktu yang akan membuktikan...alam sudah mulai bekerja...dan pada akhirnya alam yang akan menyeleksi...
 
Strategi playing victim merupakan salah satu cara menjatuhkan lawan, selain menjual isu-isu klasik yang sering dilontarkan tanpa disertai dengan data...seperti misalnya Indonesia bubar pada 2030 atau negara berada di arah yang salah...bahkan mengatakan kalo elite telah gagal mengelola negara...parameternya gak jelas...data-data valid yang diacu dari mana? Setahu saya data yang jelas-jelas sangat valid yaitu elit gagal mengelola rumah tangga..
 
Kasus memalukan ini menjadi pembelajaran yang besar bagi para pembuat, penyebar dan pemakan hoax...anda mungkin bisa jadi salah satu penyebar dan pemakan hoax...
 
Apa untungnya hoax bagi anda? Bisa jadi anda yang membenci si A berharap segala hoax negatif tentang si A itu benar...kalo iya mungkin anda sudah mulai kena "saraf" nya...
Seperti yang saya ketahui, tahapan kerusakan saraf versi dagelan itu ada 3.... Sarno --> Sardi --> Sarti...awalnya Sarno dulu...saraf-e keno....berikutnya bisa menjadi Sardi...saraf-e ndadi....kalo terus menerus pada akhirnya bisa menjadi Sarti.... saraf-e mati....alias 100% ediyan dewe.....
 
Sepertinya para penyinyir atau pembenci gak akan pernah kapok sampai syahwat terpuaskan...dengan berdalih demokrasi peluru-peluru sering ditembakkan tanpa mengindahkan banyak "korban"....seperti sengaja membuat gaduh negeri ini...kitapun sering dibuat jengah dengan kelakuan "cerdas" mereka...dan yang bikin eneg, omongan mereka terpaksa kita santap sehari-hari....
Mereka secara fisik tidak sakit, tapi sesungguhnya mereka itu "sakit"... orang-orang dengan "sakit" seperti ini gak akan pernah merasa dirinya "sakit"...
Jika dengan hoax turbo ini tidak menyembuhkan mereka, alam sendiri yang akan menyembuhkan mereka melalui blunder-blunder mereka....
 
Semoga negeri ini tidak terus diperkeruh oleh para penyinyir atau pembenci yang mestinya bahu-membahu mengatasi berbagai permasalahan bangsa ini.....
 
Btw...sambil mengunyah hoax, lihat Opening Ceremony Asian Para Games 2018 dulu....biar gak rusak "saraf" nya.....
 
 
 
(Sumber: Facebook Eko Kepik)
Sunday, October 7, 2018 - 07:45
Kategori Rubrik: