Pengalaman Sebagai Pasien BPJS, Tak Dibedakan dengan Pasien Umum

Oleh: Delta Bontasari

 

Jadi anggota BPJS sekitar 3 atau 4 tahunan kalau nggak salah. Aku pribadi, alhamdulillaah masih belum memanfaatkannya, karena masih diberikan nikmat kesehatan. 

Tapi, sangat bersyukur karena disaat Ibuku mempunyai keluhan benjolan dipayudara (mamae), hal yang paling mujarab membujuknya untuk ke RS adalah karena beliau sudah menjadi anggota BPJS. Ibuku, mengetahui adanya mamae sudah cukup lama sekitar 12 thn yll. Namun, karena Ibu sudah 2x operasi pengangkatan benjolan, membuat Ibu berniat untuk dapat mengatasi mamaenya melalui pengobatan herbal. Di keluargaku, kami 5 bersaudara, 4 perempuan dan 1 laki2. Perempuan2 di rumah kami sudah pernah mengalami operasi mamae, kecuali kakakku yang persis diatasku. Saat itu, Ayahku masih aktif bekerja di sebuah perusahaan asing. Kami, semua operasi atas tanggungan perusahaan. 
 

 

Niat baik Ibuku untuk menyembuhkan mamaenya secara herbal juga bertujuan apabila beliau bisa clear dari benjolan itu, beliau ingin memberikan kesaksian bhw pengobatan dgn menggunakan bahan2 alami, tradisional Indonesia itu bisa menyembuhkan. Dengan bantuan 2 orang dokter herbalis beliau rajin sekali mondar-mandir untuk periksa dan minum jejamuannya. Hingga ke dua dokter herbalis menyatakan bahwa si benjolan sudah dilokalisir.

Namun, pada kenyataannya benjolan itu mulai menunjukkan wajahnya dan wujudnya. Upaya mengajak Ibuku untuk periksa ke RS pun masih belum bisa beliau terima..... Sampai kemudian, kami menemani beliau keseseorang pengobat alternatif di Rawa Mangun. Dimana, beliau berpesan akan membantu mengobati ibuku asalkan ibu harus mengoperasinya lebih dulu. Maka, nasihat bapak pengobat alternatif itulah yang turut menguatkan ibuku disamping mengingatkan beliau bahwa beliaupun mempunyai BPJS yang bisa membantu semua proses pengobatan. Akhirnya, beliau setuju. Kami putra/inya hunting mencari dokter2 dan RS yang kira2 dapat menangani Ibu kami dengan penuh kasih dan tidak menakut-nakuti beliau. Akhirnya, kami mendapatkan seorang dr yang alhamdulillaah....luar biasa baik dan tepat untuk ibuku.

Kira2 bulan Ramadhan 2 tahun yll akhirnya ibuku menjalani operasi mamae di RSIA Hermina Bekasi dengan dr Umar Suratinodjo sebagai dokter bedah onkologinya. Seluruh biaya operasi dan rawat inap sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Pasca operasi, Ibu yang seharusnya menjalani kemoterapi, dengan pertimbangan usia, digantikan dengan treatment obat2an. Semua obat2an yang harganya tidak murah itupun seluruhnya disediakan oleh BPJS. Kemudian, penyinaran harus dilakukan. Kami dikirim ke RSPAD yang alatnya ada dan kebetulan dr. umarpun praktek disana. Seluruh penyinaran yang berlangsung selama 28 hari pertemuanpun ditanggung oleh BPJS. Sampai kinipun, Ibuku masih mengkonsumsi obat2an yang kesemuanya disediakan oleh BPJS. 

Apa ada perbedaan antara perlakuan ibu sbg pasien BPJS dengan pasien2 umum??? Jawabnya : TIDAK.... Baik pihak RS, dokter dan perawat semuanya melayani dengan wajar dan normal. Kami hanya perlu mentaati aturan2 berupa berkas2 dan pendaftaran2 yang membutuhkan waktu saja. Dan itu semua adalah wajar.

Insya Allah kasus mamae Ibu bisa kembali sembuh dan teratasi dengan baik. Lepas kasus Ibu, kakakku yang selama ini bertahan sbg perempuan di rumah yang tidak kena kasus benjolan mamae dan belum pernah dioperasi...ternyata menemukan benjolan di leher (tyroid). Maka, setelah Ibuku selesai dengan proses operasi dan penyinaran, kakakku pun mulai membulatkan niat untuk memeriksakan tyroidnya. Akhirnya, pada Januari ini kakakku menjalani pengangkatan benjolannya di RSIA Hermina Bekasi. Dan....semuanya sampai dengan hari ini masih ditanggung oleh BPJS.

Baik di kasus Ibuku maupun kakakku, biaya yang kami keluarkan tidaklah sebanding dengan apa yang sudah kami terima dari BPJS. Bahkan, RS pun tidak ragu2 memperpanjang waktu perawatan kakakku di RS karena kakakku mengalami sedikit masalah dengan penurun kalsiumnya. Maka, kakakku ditangani oleh 2 orang dokter spesialis : onkologi dan internist atas tanggungan BPJS. Hari ini kakakku mempunyai jadwal untuk periksa dengan internisnya, beberpa hari lagi kami akan ke RSCM untuk mengambil hasil patologi yang kami tidak dibebankan biaya daripadanya.

Keterangan gambar : nomor antrian saat kakak kami harus meminta surat pengantar untuk pemeriksaan patologi yang lintas propinsi. Dari RSIA Hermina Bekasi, kami diarahkan ke RS Persahabatan untuk kemudian memperoleh pengantar ke RSCM. Semua kami jalani dengan sabar karena ini adalah sekedar prosedur pemberkasan yang kami butuhkan.

Terima kasih BPJS, kami sekeluarga sangat berterima kasih atas jasa2mu.

 

(Sumber: Facebook Delta Bontasari)

Wednesday, February 13, 2019 - 20:30
Kategori Rubrik: