Pengajian, Hijab dan Arisan Gigolo

ilustrasi

Oleh : Eiwei Younora

Sudah sering saya membahas tentang tata cara berpakaian tidak menjamin seseorang itu beriman atau tidak.

Di dalam mendidik anak-anak kita dan generasi muda yang paling penting adalah bagaimana menjadi manusia yang punya etika, moral yang baik, punya rasa kasih sayang terhadap semua makhluk ciptaan Tuhan, bertanggung jawab, jujur dan berpakaian menurut suasana dan etika.

Namun, akhir2 ini banyak sekali umat Islam di Indonesia telah melupakan hal2 yang saya ulas di atas karena mereka lebih mementingkan bagaimana membungkus badannya dg berhijab, memakai celana cingkrang, tumbuhin jenggot dsb supaya kelihatan agamis dan supaya kelihatan beriman.

Dan tidak kalah lagi para emak2 atau istri2 dengan gencarnya membuat group2 pengajian dengan dress code hijab yg selalu glamour dan belum lagi dg accessories yang mahal2 sehingga pengajian bukanlah mengaji untuk menambah keimanan tetapi malah tempat ajang persaingan harta.

Tidak cukup dengan pengajian saja, karena tidak ada kerjaan lain, maka dari pada bosan, para emak2, istri2 ini membuat group arisan yg of course lagi lagi dg dress code glamour dsb supaya kelihatan “belong into something”.

Ada satu kegiatan lagi yang
membuat saya sangat terkejut adalah “Arisan Gigolo” yg di adakan oleh emak2, Istri2 berhijab group pengajian dan arisan tsb. Wowww nggak cukup dg pengajian, arisan uang .... sekarang ditambah lagi dg “Arisan Gigolo” ????

Kaget?? Iya jantung saya hampir copot ketika saya mendengar hal ini. Baru kali ini saya dengar ada arisan gigolo. Wowww apakah kebutuhan sex seperti ini sudah mulai trend di Indonesia seperti halnya poligami?

Para suami
disyahkan berpoligami, sementara para istri tidak di syahkan untuk berpoliandri. Apakah para istri frustasi lalu mereka diam2 mengadakan “Arisan Gigolo”??? Well... bravo untuk para emak2 Istri2 ini.

Namun demikian sangat di sayangkan tidak adanya loyalitas baik dari pihak para suami dan para istri di dalam perkawinan sehingga moral dan integritas serta jati diri telah terombang ambing. Banyak perkawinan yg semu.

Kesimpulan saya tentang “Pengajian, Hijab dan Arisan Gigolo” ini adalah:

1. Hilang nya jati diri karena paksaan di dalam bersosialitas.
2. Berhijab kerena supaya terlihat beriman oleh masyarakat
3. Hilangnya loyalitas dan moral di dalam perkawinan.

Sebagai Muslim, saya tidak takut di hujat oleh masyarakat karena tidak berhijab, tetapi saya bangga karena saya berpendirian dan mempertanggung jawab kan keimanan saya kepada Yang Maha Kuasa. Arisan gigolo?? Hahahaha ...No Thanks !!!

Sumber : Status Facebook Eiwie Younora

 

Tuesday, November 26, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: