Penemu Konsep Asuransi Itu Orang Jawa

ilustrasi
Oleh : Rino Muhammad Fauzi
Begini ceritanya :
Ini agak rasis kelihatannya, Tapi ini untuk mengembalikan kejayaan orang Jawa yang salah satu ciptaannya di-klaim oleh orang Inggris. Enak aja.
Sampai sekarang, di kampung asal saya, setiap hari kami masih meletakkan di tiang depan rumah (rumah Ibu saya tak berpagar) gelas bekas air mineral yang tiap malam diisi uang Rp 2000.
Tiap malam pula, petugas Ronda atas perintah pak RT memungut uang itu untuk dikumpulkan. Salah satu penggunaannya adalah untuk membayar Santunan Kematian kalau diantara warga yang ikut mengiur terkena musibah, salah satu anggota keluarganya meninggal.
Mereka tak pernah mempermasalahkan uang yang mereka masukkan dalam gelas bekas itu. Ikhlas. Karena itu adalah prinsip gotong royong yang sebenarnya, tak berharap keuntungan dari uang yang kita "sumbangkan".
Dan sebagaimana tradisi di kampung saya, kalau diantara pesera yang mengiur terkena musibah sakit, maka uang iuran itu dipakai oleh yang sakit. Untuk berobat, bukan untuk foya-foya.
Tradisi mengiur di kampung saya namanya JIMPITAN. Sudah ada sejak jaman neneknya nenek nenek. Dan itulah cikal bakal asuransi.
Mau asuransi, BPJS Kesehatan atau Jimpitan prinsipnya sama : hanya peserta, yang ikut membayar iuran, yang bisa menerima manfaat. Tidak ada penumpang gelap.
Bahwa sekarang Asuransi berkembang sedemikian rupa, karena kebutuhan tiap peserta berbeda. Pengelolaan oleh pak RT dulu nirlaba, sekarang menjadi bisnis : karena perusahaan asuransi harus membayar orang yang bekerja mengelola iuran peserta yang beda-beda maunya.
Tapi ada juga yang bilang",Ah jaman orang tua kita dulu nggak pakai asuransi aja kita bisa kuliah sampai selesai".
Saya sih jawabnya",Karena penyakit kita dulu paling pol korengan gara-gara sering jatuh waktu mengejar layangan. Orang tua kita sakitnya paling masuk angin yang sembuh dengan kerokan. Belum ada kanker, diabetes, jantungan dan stroke". Jaman dulu nggak ada bujet beli pulsa, jalan-jalan atau narsis-narsis di restoran orang.
Sumber : Rino Muhammad Fauzi
Thursday, March 4, 2021 - 09:15
Kategori Rubrik: