Pendukung HRS Tidak Usah Terlalu Lebay

2. “Dibiayai dan difasilitasi pemerintah Arab Saudi sampai kapanpun selama HRS masih mau dan betah disana”,

3. “HRS akan dipilih dan diangkat menjadi mufti kerajaan Arab Saudi dan sebagai penasehat kerajaan Saudi”,

4. Pengibaratan, pengandaian alias cocoklogy:
a. “HRS itu ibarat Sayyidina Umar Ra, tegas dan keras terhadap kemungkaran”,
b. “HRS itu ibarat Nabi Yusuf As, yang diuji dengan fitnahan wanita, yang akhirnya akan menjadi pemimpin dunia Islam karena kesabarannya”,
c. “HRS itu ibarat Nabi Musa As, yang pulang dan datang kembali ke tempat kelahirannya untuk menghancurkan pemerintah yang zhalim dan memusuhi Islam serta akan membawa Islam ke masa kemenangan dan kejayaan”
d. “HRS itu ibarat leluhurnya “Sayyidina Husain Ra”, yang akan datang secara ksatria untuk menuntut hak-haknya kepada pemerintah yang zhalim dan merampas hak-hak azasinya”,
Dan masih banyak lagi pengandaian-pengandaian lebay dari mereka (para pendukungnya).

Para pembencinya juga tidak kalah seru, mulai dengan memfitnah, mencela dan merendahkannya sedemikian rupa. Membuat gambar, foto, meme, kartun dsb, yang tujuannya untuk menghina dan merendahkannya sembari memperolok-oloknya.

Kita tahu bahwa pembahasan dan perdebatan seputar tokoh yg satu ini tidak ada manfaatnya sama sekali dan tidak akan ada titik ujung-pangkal penyelesaiannya sampai kapanpun. Karena yg mendukung dan membelanya takkan menyerah begitu saja untuk menaikkan popularitasnya atau dalam istilah apk digital ialah “rating”, agar namanya tetap terus eksis dan selalu menjadi “tranding topik”, begitupula kelompok yang tidak menyukai dan membencinya juga tidak akan pernah berhenti untuk membuat sensasi-sensasi terdesain, entah tujuannya agar mengurangi intensitas kekisruhan dan kegaduhan atau apa, saya tak faham.

So, menurut saya masih ada banyak yang harus kita fikirkan, kerjakan dan usahakan yg lebih bermanfaat untuk sesama dan lebih terasa kebaikannya, bukan hanya ngurusi masalah yang satu ini.
Alasan;
“Jihad”…”, “Membela kehormatan Habaib, Ahlul Bait, Dzurriyat Rasul”, “Mencegah kemungkaran yang terselubung dan terang-terangan”, “Menuntut keadilan atas kezhaliman dan kesemena-menaan rezim serta kriminalisasi ulama dan habaib”. Aaah…. Lebay dan Alay… Sich…!

Masa, jika punya alasan-alasan seperti itu harus dengan cara pengerusakan dan penghancuran fasilitas dan sarana umum, kenapa harus dengan pencaci makian, hujatan dan doa-doa yang buruk, itu belum lagi perskusi-perskusi kepada awam, yang itu semua tidak mencerminkan nilai islami dan norma adat luhur serta etika ramah tamah karakter bangsa Indonesia Tercinta.

Yuuuk…. Back to Mushalla dan Masjid, ramaikan dengan mengaji dan mengaji….!

Sumber : Status Facebook Muhammad Arief El Junaydi

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *