Pendidikan Dasar

ilustrasi

Oleh : Alim

Being Human

Dasar itu artinya fondasi, basis untuk bertumbuh. Maka untuk menjadi dasar hidup yang berkeadaban, pendidikan perlu difokuskan ke situ.

Fondasi hidup itu kesehatan, berpikir, akhlak, bersosialisasi sesama manusia, berinteraksi dengan alam. Bagaimana agama? Agama dan spiritualitas meliputi itu semua, ditambah dengan ritual, sehingga kesemuanya menjadi satu kesatuan yang utuh.

Kesehatan berisi tentang menjaga tubuh tetap optimal dengan mengatur makan, menjaga kebersihan, aktivitas fisik yang proporsional, postur dan kelenturan, mengatur tidur dan apa yang harus dilakukan bila mengalami infeksi.

Berpikir berisi tentang bagaimana faktualitas dan obyektifitas, kejujuran pada diri sendiri, konsistensi, keruntutan dalam batas tertentu, sebab-akibat dan Logical Fallacies. Tanpa itu, anak akan tumbuh dengan cara berpikir yang keliru, nanti sampai tua.. sampai profesor pun berpotensi mengalami kekacauan berpikir dan manipulatif.

Akhlak adalah tentang nilai-nilai kebaikan yang terejawantah dalam perbuatan, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Ini menjadi basis dari dua hal berikutnya, sosialisasi dengan sesama manusia dan interaksi dengan alam.

Sosialisasi dengan manusia, interaksi dengan alam perlu konsepsi dasar, world view dan paradigma yang baik. Apa hakekat hidup itu, apa makna kehidupan, nilai eksistensi manusia dan makhluk lain dengan segala keanekaragamannya, serta betapa pentingnya menjunjung nilai dan keindahan eksistensialistik itu. Kemudian tentang hukum yang mengatur relasi antar manusia (beserta kelembutan dan 'kekerasan' di dalamnya).
Tanpa itu semua, orang akan tumbuh menjadi orang yang eksploitatif dan menghalalkan segala cara untuk hidup.

Bagaimana seni? Menurut saya, seni merupakan buah dari semua hal di atas.

Udah, saya rasa cukup itu. Nah, untuk membangun itu sebagai fondasi yang tertanam kuat, maka 'melakukan langsung' diberi porsi lebih dibanding buku teks.

Saya membayangkan isi pendidikan sekolah dasar itu seperti itu. Dan sesungguhnya itulah yang harus diajarkan orang tua kepada anaknya melalui role modelling dan pengajaran, bukan sepenuhnya pasrah bongkokan pada sekolah. Relasi hati dan berkah orang tua - anak lebih besar dan kuat.

Waktu-waktu ini... adalah momen yang tepat untuk melakukan dan membenahi itu. Kita tidak mencetak manusia super karena sesungguhnya menjadi manusia itu super.

Sumber : Status Facebook Alim,

 

 
 
Thursday, August 13, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: