Pendekar Kungfu Palsu

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Di sebuah desa terpencil baru saja berdiri perguruan kungfu. Banyak pemuda setempat yang mendaftar masuk jadi muridnya.

Pemiliknya seorang keturunan Cina Tionghoa. Dia menamakan dirinya sebagai shifu atau suhu (guru kungfu). Dia memang pernah tinggal di Hongkong.

Yang menarik, di ruang latihan dia memajang banyak poster bintang laga kungfu, ada poster Jacky Chen, Chow Yun Fat, Donnie Yen (IP Man), Jet Li, Zhang Ziyi, Michelle Yeoh, bahkan tokoh legendaris Bruce Le.

Untuk itu gedung untuk latihan didesain seperti bentuk rumah di China, mirip biara Shiaolin.

Semua itu membuat usaha perguruan kungfunya banyak diminati orang. Banyak juga pengunjung datang kesitu sambil foto-foto dan menikmati jajanan masakan khas Tionghoa. Di hari libur sering ditampilkan pertunjukan barongsai.

Pertanyaannya : berapa banyak pendekar kungfu yang berhasil dilahirkan oleh perguruan ini? Jawabnya NOL alias tidak ada.

Sebab yang dibangun sebenarnya bukan perguruan kungfu, tetapi industri wisata kreatif. Poster yang dipajang bukan poster ahli kungfu yang sesungguhnya, mereka hanyalah pemeran atau bintang film kungfu.

Jacky Chen, Jet Li, Bruce Le dan lainnya pastinya pernah belajar kungfu, tapi mereka bukan master atau guru kungfu yang melahirkan para pendekar kungfu sungguhan.

Mereka adalah pemain film yang memerankan tokoh-tokoh rekaan untuk kepentingan larisnya sebuah produksi film. Hampir semua adegan laga merupakan rekayasa yang pengambilan gambarnya diulang-ulang berkali-kali. Dan pastinya ditambahi efek suara gedebak-gedebuk, plus teriakan ciaaaat...tziggg.

Kalau nggak percaya, tonton saja ending film Jacky Chen di bagian akhir. Biasanya ada potongan clip kesalahan-kesalahan waktu shooting, behind the sceene.

Ketika saya masih usia SD dulu, nyaris semua tokoh bintang film itu saya anggap pendekar kungfu betulan. Mirip dengan murid perguruan di atas, yang beranggapan guru mereka yang keturunan Cina dan pernah tinggal di Hongkong itu seolah jahoan kungfu betulan.

Padahal dia bukan jagoan kungfu, dia cuma seorang pedagang yang kreatif mengemas tema kungfu sebagai daya tarik.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.MA

NB :

Di bidang agama juga terjadi hal yang sama, banyak tokoh berpura-pura seperti ulama, padahal dia cuma pedagang yang kreatif mengusung tema keislaman. Berhubung trend keislaman lagi bagus pasarnya. Mereka bukan ulama tapi pedagang.

Thursday, June 13, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: