by

Penantian Emas 32 Tahun Emas Sepakbola Sea Games

Oleh : Gunadi

Moment paling nyesek itu pas ada selebrasi dini ketika wasit meniup peluit panjang tanda ada pelanggaran di dekat garis tengah – yg disangka oleh official tim kita itu tanda peluit berakhir di injury time 90 +6′. Sempet malu, tp yg jelas moment itu membuat para pemain timnas tdk konsentrasi sehingga terjadi gol penyama kedudukan dari Thailand 2-2 tepat di menit tambahan 7 detik spt foto di bawah ini.

Setelah itu official tim Thailand melakukan selebrasi berlebihan di depan bench para pemain cadangan timnas yg memancing keributan. Ada pemain timnas Titan (bernomor punggung 18) melakukan pemukulan untung lolos dari pengamatan official pertandingan.

Tepat di menit 1′ perpanjangan waktu Timnas Indonesia bs memanfaatkan peluang menjadi gol melalui Irfan Jauhari setelah pemain nomor punggung 5) melakukan blunder sedikit di luar area kotak 16 pemain Thailand, skor menjadi 3-2!

Sesaat setelah itu gantian manajer timnas Indonesia yg berlari melakukan selebrasi ke depan bench para pemain Thailand yg memancing keributan massal antar ke 2 tim, yg hasilnya pertandingan dihentikan selama 10 menit dan 2 pemain masing2 kiper Thailand & pemain kita Komang (no punggung ) melakukan pemukulan & provokasi berlebihan. Ada 2 official tim dari Thailand dan Indonesia juga yg dikeluarkan dari area bench pemain.

Ketika game dilanjutkan, saya melihat para pemain timnas lebih bisa menahan diri & memiliki ketahanan fisik yg lbh baik drpd para pemain Thailand, yg mengakibatkan 1 pemain Thailand dikeluarkan di awal2 babak 2 dan Thailand harus bermain dengan 9 orang. Setelah pemain kita gagal memanfaatkan bbrp peluang, akhirnya Fajar Faturahman berhasil menambah keunggulan menjadi 4-2 dan lagi 2 setelah itu.pemain Thailand dikeluarkan wasit krn mendapat kartu kuning ke 2nya, dan pertandingan akhirnya menjadi tidak seimbang, hingga Indonesia bs menambah keunggulan menjadi 5-2 sekaligus menutup skor.

Yg perlu dicatat di sini para pemain timnas kita mulai menunjukkan kedewasaan dlm bermain, memiliki ketahanan fisik yg lebih baik, dan memiliki mental pemenang. Bukan dlm game ini saja timnas kita menunjukkan hal tersebut. Dlm turnamen piala Asia U-20 tahun lalu, timnas kita jg bisa membalik skor tertinggal 1-2 dari Vietnam menjadi 3-2 melalui gol Ferrari & Rabani Taslim.

Lalu ketika melawan Curacao dlm 2 game, Indonesia juga bs membalik skor dari tertinggal menjadi kemenangan 3-2 dan 2-1.

Ketika melawan Burundy dlm game persahabatan jg sama, Jordy Amat berhasil menyamakan kedudukan di menit2 akhir menjadi 2-2 setelah tertinggal 1-2.

Dlm semifinal Sea games sabtu lalu Timnas juga tdk patah semangat ketika pemain Vietnam berhasil menyamakan skor 2-2 dan kita harus bermain dgn 10 pemain, tapi Tauffani bisa mencuri gol kemenangan di menit2 injury time, 90+5′ yg merubah skor menjadi 3-2.

Ada pepatah Cina yg mengatakan bahwa usaha & keja keras itu tdk pernah mengingkari hasil akhir. Saya yakin pemain2 timnas sejak dipegang oleh coach STY hingga Indra Sjafrie sebagai direktur Tehnik paham benar soal filosofi tsb, sehingga para pemain yg dipanggil timnas sekarang rata2 memiliki mental pemenang spt itu.

Dlm podcast dgn Dedy Corbuzier, saya pernah mendengar STY mengatakan bahwa sejak dia memegang timnas kita, dia tidak mau ada pemain yg masuk lapangan dgn wajah murung seolah2 merasa kalah sblm bertanding, dia lebih memilih memiliki pemain yg mempunyai mental pemenang ketika masuk lapangan, berjuang hingga titik akhir dan keluar sebagai pemenang ketika peluit akhir dibunyinkan.

Dia bahkan mencontohkan salah satu pemain timnas yg kini sulit mendapat tempat di timnas krn mental yg buruk meski memiliki skil yg memadai – dlm semifinal Sea games lawan thailand tahun lalu, ketika timnas tertinggal 0-1 dan masih ada waktu sekitar 5 menit, pemain tersebut melakukan tindakan konyol dgn menendang perut pemain thailand dgn sengaja dan memancing keributan yg mengakibatkan pemain tsb, Ricky kambuaya, dan Rahmat irianto dikeluarkan, dan Indonesia akhirnya kehilangan peluang utk bisa mengejar defisit 0-1. Sejak itu pemain tsb tidak pernah dipanggil timans lagi meski ia bermain cukup baik & reguler di tim persija.

Sepakbola adalah permainan tim 1-2 pemain yg kerap melakukan tindakan bodoh di lapangan bisa mempengaruhi hasil akhir pertandingan.

Sumber : Status Facebook Gunadi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed