Pemimpin Visioner

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Seorang pemimpin yang mempunyai visi adalah yang selalu bertanya, "Apa selanjutnya?"

Tiga hal berikut ini sekarang sudah BIASA SAJA, karena memang standar seorang pemimpin zaman now

• Memderegulasi aturan untuk mempermudah UMKM berbisnis dan warga memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak

• Membuat kantor2 layanan, kelurahan dan kecamatan seperti layanan bank

• Membangun taman dan trotoar lebar dan nyaman

Hal2 di atas itu sudah dilakukan oleh orang seperti Jokowi, Herry Zudiyanto dan Risma sejak 9 tahun lalu. Jadi saat Kang Emil, mas Hendi dan kang Bima membenahi Bandung, Semarang dan Bogor atau pemimpin2 lain di ketiga hal itu dalam 4 tahun trakhir, ya ngga istimewa

Yang harus jd visi ke depan, menurut saya pribadi ada 2:

• Memproses semua proses kerja: budgeting, transaksi pembayaran dan tender secara elektronik
(Masih banyak sekali Pemda yang awam hal ini).

Ini akan mendorong ikhtiar birokrat yang berintegritas

• Membangun moda transportasi massal yang trintegrasi

(Jakarta dan Debotabek, Medan, Batam, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Jogja, Malang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan-Samarinda, Makassar dan Manado, harusnya punya sistem transportasi yang bagus)

Jadi pemimpin era ini bukan malah muter balik jarum jam ke kebijakan 30 tahun lalu. Seperti memfasilitasi motor alih2 sepeda atau bus.

Bayangkan sebuah kebijakan seperti pelarangan motor yang sudah melewati kajian matang, untuk mendorong orang memakai transportasi publik (transJ, MRT dan LRT) atau sepeda malah dicabut. Ini disinsentif bagi program pengembangan moda transportasi massal

Pemimpin yang hanya ingin populis tentu saja memang TIDAK BUTUH kompetensi. Cukup KEMAHIRAN BERKATA-KATA

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Wednesday, March 7, 2018 - 17:15
Kategori Rubrik: