Pemimpin Perempuan

ilustrasi

Oleh : Mamang Haerudin

Semua orang, entah itu perempuan maupun laki-laki, boleh memimpin dalam bidang apapun. Tentu saja menjalankan kepemimpinannya dengan baik dan amanah. Tetapi tentu saja, kita tidak bisa menganggap enteng ihwal amanah pemimpin ini. Maksudnya bahwa ada kalanya laki-laki sukses memimpin, ada kalanya perempuan sukses memimpin. Begitupun sebaliknya, ada kalanya perempuan gagal memimpin dan laki-laki gagal menjadi pemimpin. Jadi kita tidak bisa gebyah uyah begitu saja, sambil mengatakan: pokoknya kalau pemimpinnya perempuan pasti sukses atau kalau pemimpinnya laki-laki dijamin sukses. Tidak bisa begitu dong!

Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan, baik ketika menyampaikan ceramah maupun menulis seperti saat ini, apa yang saya sampaikan mesti realistis. Tidak mengawang-awang, jauh api dari panggangnya. Sehingga apa yang saya sampaikan itu betul-betul praktis, selain juga memberikan penguatan perspektif. Jadi ketika kita mendorong siapapun untuk menjadi pemimpin, upaya advokasi kita bukan hanya melalui ceramah dan tulisan yang tidak jelas praktiknya seperti apa. Langkah-langkah strategisnya seperti apa. Sebab bagaimana pun realitas di dalam masyarakat itu sangat kompleks dan beragam.

Termasuk ketika kita ingin mendorong perempuan untuk berani tampil ke depan untuk memimpin. Kita mesti memahami latar belakang keluarganya, lingkungan sekitar, potensinya apa, kelebihan dan kekurangannya apa dan seterusnya, ini agar ketika perempuan mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemimpin, ada sebuah penyegaran dan lompatan yang signifikan. Kan pada faktanya ketika ada perempuan yang memimpin sebuah daerah misalnya, ternyata ia tetap terjerat kasus korupsi, kualitas kepemimpinannya nol besar, hampir semua kerja-kerjanya hanya formalitas dan seremonial belaka.

Di sinilah konsep kepemimpinan perempuan harus jelas. Kita bisa mencontoh kepemimpinan Bu Risma di Surabaya sebagai Walikota. Mengagumkan dan melampaui laki-laki. Bu Risma tidak terjebak hidup penuh aksesoris, dandan serba mencolok, tas branded, perhiasan dan lain sebagainya. Bu Risa turun tangan secara total. Membangun budaya kerja baru, bekerja berdasarkan target dan hasil yang jelas. Mari kita bangun keluarga, agama dan bangsa ini dengan serius, bukan hanya dengan ceramah dan tulisan, melainkan dengan upaya nyata ke arah pemberdayaan. Bagaimana ekonomi, pendidikan dan kesehatan para perempuan bisa teejangkau.

Wallaahu a'lam

Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)

Friday, December 20, 2019 - 11:45
Kategori Rubrik: