Pemimpin Cerdas Pakai Logika

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Mosok Kambing , Domba, Papaya, Nangka Positif yang Benar Aja. Mangkali ini virus kaliabo kaapa ?

Uji tes Copit-19 pada kambing, domba, kerbau, sapi, soa-soa, kuskus dan isi kebun binatan semua. Juga pepaya, jambu, nenas, mangga, melon, semangka, jeruk, pisang, buah kiwi dan
seisi toko buah-buahan. Hasilnya tanya di Labkesda Tanzania. Berikut cerita Pak Margiono.

RMco.id Rakyat Merdeka - Presiden Tanzania John Magufuli menyebut alat penguji Covid-19 di negaranya abal-abal. Tuduhan itu dilontarkan setelah dilakukan tes yang menunjukkan hasil positif Covid-19 pada kambing dan pepaya.

Magufuli menduga ada kesalahan teknis pada alat penguji virus tersebut. Magufuli tidak memberi penjelasan dari mana ia membeli alat uji tersebut. Ia memerintahkan pasukan keamanan untuk menguji keakuratan alat uji virus dengan mengujicobakannya kepada barang secara acak. Barang yang dipilih untuk diuji termasuk pepaya, kambing, dan domba.

Sampel abal-abal ini kemudian diberi label nama dan usia layaknya diuji kepada manusia. Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium Tanzania untuk menjalani tes dengan peralatan yang didapat dari luar negeri. Pihak laboratorium Tanzania tidak tahu bahwa sampel tersebut bukan dari manusia.

Setelah diobservasi ternyata hasilnya positif Covid-19. Magufuli kemudian menyimpulkan, ada kemungkinan warga yang dites, tidak mendapat hasil akurat karena menggunakan alat uji abal- abal tersebut.

“Ada sesuatu yang terjadi di sini. Sudah saya bilang kalau kita tidak seharusnya menerima bantuan dari negara asing begitu saja. Belum tentu bantuan itu baik untuk negara kita,” ujar Magufuli.

Kini, ia justru ingin memberi warganya obat herbal yang diklaim Presiden Madagaskar Andry Rajoelina bisa menangkal Covid-19. “Saya sudah berkomunikasi dengan Madagaskar. Mereka punya obatnya. Kita akan kirim pesawat ke sana dan membawa obat itu ke sini agar warga Tanzania bisa merasakan kha- siatnya,” ujar Magufuli dalam pidatonya dikutip Asia One.

Obat herbal ini merupakan campuran dari beberapa bahan tradisional, namun belum menjalani uji coba ilmiah. Obat tersebut belum tentu memberikan khasiat seperti yang diklaim pihak Madagaskar.

Jumlah kasus infeksi di Afrika dilaporkan sangat kecil jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, Asia dan Eropa. Diduga karena uji coba yang masih minim. Diperkirakan hanya ada 500 alat uji virus corona untuk setiap 1 juta orang di Afrika. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan negara lain.

Sebelumnya, Pemerintahan Tanzania mendapat cibiran masyarakat karena dianggap menutup-nutupi info penyebaran virus corona. [DAY]

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Thursday, May 14, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: