Pemerintah Tidak Akan Blokir Google

Oleh : Nudia Mikhayla

Pemerintah tidak akan menutup akses Google ataupun Facebook (saya pastikan) siapa saya kok bisa memastikan, saya karyawan biasa di perusahaan telekomunikasi, yang mungkin sedikit bisa memberikan informasi tentang ini, dan NKRI negara berdasar Pancasila yang menjunjung tinggi Demokrasi.

Pemerintah melalui Presiden Jokowi sudah bertemu dengan bos Google (pendiri) Larry page, dan baru baru ini juga telah bertemu dengan datang langsung ke markas Facebook di USA, (di saat Jokowi menghadiri KTT ASEAN - Amerika Serikat) kedua master telekomunikasi internet tersebut sudah berkunjung ke Indonesia sebelumnya.

Yang di maksud Pemerintah (Menkominfo) untuk menutup Google dan Facebook adalah filterisasi berita Hoax, terorisme, SARA dan pornografi, dan saat ini Pemerintah masih mengambil langkah mempelajari hal tersebut (teknologi kita belum mendukung) dan di balik pertemuan-pertemuan tersebut Pemerintah membicarakan terkait hal ini, (share Parepare untuk menanggulangi). saya ambil sedikit contoh kompasiana telah menggunakan fitur crossword. (di mana muatan kalimat negatif secara otomatis akan di saring untuk tidak di tayangkan) seperti inilah kelak yang akan di lakukan.

Untuk melakukan hal ini tentu Pemerintah harus bekerjasama dengan Google dan Facebook. Karena mereka raksasa di bidangnya, dengan kata lain apabila tidak bisa bekerjasama hal ini tidak bisa di lakukan, BUMN kita sendiri dalam hal ini Telkom kasih ketinggalan dalam hal teknologi internet, Google sendiri harus bekerja keras untuk mewujudkan hal ini, karena permintaan ini tidak hanya datang dari negara Indonesia, hampir seluruh negara meminta hal tersebut. (Filterisasi)

Persiapan ini pun akan memakan waktu yang lama, apalagi aplikasinya, karena dibutuhkan visibility untuk menentukan kebijakanya, Google tentu sangat appreciated dengan apa yang di inginkan beberapa negara terkait filterisasi tersebut, apalagi untuk Indonesia, yang pangsa pasarnya sangat tinggi.

Filterisasi saat ini pun sudah ada dari Pemerintah dan provider penyedia jasa internet, contoh, pernahkan Anda membuka situs porno? apabila belum, anda coba, dan nanti akan muncul keterangan, "tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan negara", inilah contoh Filterisasi.

Jadi, tidak ada yang gawat apalagi Pemerintah akan menutup akses Google, ditutup seperti apapun akan jebol. Karena seperti saya sebut di atas, mereka adalah master teknologi internet, belum lagi hacker-hacker kita yang super canggih, pasti dengan mudah membuka, saya ambil contoh negara Korea utara, akses di tutup, namun tetap saja jebol, karena tidak ada kerjasama dengan pihak Google.

Belum lagi dampak ekonominya, karyawan Google sendiri berjumlah sangat banyak, ada yang berasal dari Indonesia. Lalu di mana nanti bisnis akan bisa berpacu? hanya pemerintahan komunis seperti Korea utara yang melakukan ini. Lalu yang hendak dilakukan Pemerintah adalah bagaimana mengatur regulasi dan aturan main antara Google, Facebook dan lainya. Aturan main tersebut karena Pemerintah menginginkan tambahan pajak, padahal apabila kita mau fair, semua provider sudah terkena pajak (tanpa kecuali) dan apabila Google dan lainya bekerjasama dengan baik maka ada nilai tambahan untuk Indonesia. Tidak ada yang dikuatirkan, baik Indonesia maupun Google saling membutuhkan, sudah pasti akan terjadi deal antar keduanya.

Langkah baik Pemerintah dalam rencana menyaring informasi dan berniat menambah pundi-pundi pajak harus kita apresiasi, Karena memang berita Hoax, terorisme, SARA dan pornografi berasal dari internet, jadi kelak akan ada dua filterisasi (semoga terealisasi), pertama Google sendiri akan menangguhkan konten yang negatif untuk tidak di salurkan kepada negara yang meminta (termasuk Indonesia) dan yang kedua negara tersebut juga mempunyai filter tersendiri yang lebih canggih, lalu apabila mereka jadi menerapkan regulasi yang ditawarkan Pemerintah, maka tambahan pajak mengalir. So Jangan kuatir, mari kita tetap berinternetan secara sehat.

Sumber : Kompasiana

Monday, February 29, 2016 - 08:45
Kategori Rubrik: