Pemburu Rente

ilustrasi

Oleh : Efron Bayern
Paus Fransiskus mengunjungi sahabatnya, Rabi Simon, di Yerusalem. Paus meminjam telepon Rabi Simon untuk berbicara dengan Allah. Rabi Simon kemudian menghubungi operator dan sesudah tersambung ia menyerahkan telepon kepada Paus. Sesudah puas bercakap-cakap dengan Allah, Paus bertanya, “Berapa biayanya?”
“Seribu yuro” jawab Rabi Simon.
“Mahal amat?” tanya Paus.

“Sebenarnya murah, tapi kami harus membayar jasa operator.” jelas Rabi Simon.
Sebulan kemudian Rabi Simon membalas berkunjung ke Vatikan. Rabi Simon meminjam telepon Paus untuk menelepon Allah dan Paus langsung memberikannya. Sesudah puas bercakap-cakap dengan Allah, Rabi Simon bertanya, “Berapa biayanya?”
“Gratis” jawab Paus.
“Koq bisa?” tanya Rabi Simon keheranan.
“Direct call”

Hari ini adalah Minggu III masa Pra-Paska. Bacaan Injil secara ekumenis pada Minggu ini diambil dari Yohanes 2:13-22 yang didahului dengan Keluaran 20:1-17, Mazmur  19, dan 1Korintus 1:18-25.
Dalam bacaan Injil dikisahkan hari raya Paska Yahudi sudah dekat. Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci (disebut juga Bait Allah) Yesus mendapati pedagang-pedagang lembu, kambing  domba, merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Yesus kemudian membuat cambuk dari tali, lalu mengusir mereka semua dari Bait Allah dengan semua hewan dagangan mereka. Uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja dibalikkan-Nya. “Jangan kamu jadikan rumah Bapa-Ku  tempat berjualan!” hardik Yesus.

Sudah menjadi tradisi tahunan bagi orang-orang Yahudi merayakan Paska, yang merupakan peringatan pembebasan nenek moyang mereka dari perbudakan di Mesir, dengan berkumpul di Yerusalem. Mereka bukan sekadar berkumpul di Yerusalem, tetapi juga beribadah di Bait Allah dengan menyerahkan  hewan kurban yang sudah ditetapkan oleh hukum Yahudi. Apakah mereka membawa sendiri hewan kurban dari kampung sendiri?

Tentu saja tidak, karena kualitas kurban akan menurun akibat perjalanan panjang sehingga menjadi tak layak menurut imam-imam Bait Allah. Untuk itulah para imam berbisnis dengan membuka pasar hewan di Bait Allah.
Melihat praktik kronis itu Yesus menjadi muak. Yesus, yang memberitakan bahwa Allah kini datang langsung kepada umat-Nya tanpa makelar pemburu rente, menjadi sangat terganggu dan naik pitam. Ia melihat bagaimana peran langsung Allah ini sudah dihambat oleh peran Bait Allah dan para penguasa Yahudi di belakangnya sebagai makelar pemburu rente yang menghubungkan Allah dengan umat. Yesus mengobrak-abrik praktik itu merupakan suatu tindakan simbolik politis untuk mengakhiri fungsi Bait Allah sebagai sebuah pranata makelar antara Allah dan umat Yahudi. 

Rente merupakan selisih antara nilai pasar dari suatu “kebaikan hati” birokrasi dengan jumlah yang dibayar oleh penerima rente kepada birokrasi/pemerintah atau kepada perseorangan di birokrasi. Istilah perburuan rente atau rent seeking pertama kali diperkenalkan oleh Gordon Tullock pada 1967, yang kemudian dipopulerkan oleh Anne Krueger pada Juni 1974 dalam American Economic Review Vol. 64 “The Political Economy of the Rent-Seeking Society”.

Apakah pembaharuan yang dilakukan oleh Yesus diterima oleh semua pihak? Tentu saja tidak. Gerakan Yesus lebih tampak sebagai suatu gerakan pemberdayaan rakyat melalui berbagai kegiatan yang Yesus lakukan melalui berbagai pengajaran-Nya. Belakangan kita tahu Yesus didakwa melakukan penistaan agama, walau secara terang benderang kita tahu bahwa Yesus dihukum mati karena konspirasi politik.

Pekan lalu KPK diolok-olok oleh beberapa kalangan sehubungan OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. OTT dipelesetkan menjadi operasi tangkap tidur. Mereka tidak berterima atas perlakuan KPK terhadap Nurdin yang dikenal suci dari korupsi. Namun KPK tidak ambil pusing, karena pejabat Indonesia tidak boleh merangkap menjadi makelar pemburu rente.

Dalam pada itu Ahok dengan ceria menyampaikan bahwa Pertamina berhasil memangkas anggaran untuk projek di Tuban sekitar $6 miliar; dari anggaran semula $18 miliar menjadi $11 miliar. Uang yang diselamatkan setara dengan APBD DKI. Mengapa Ahok bisa memangkas anggaran sebesar itu? Ahok sangat paham biaya rente bisa menelan lebih daripada setengah jumlah anggaran. Biaya rente dimatikan oleh Ahok.

Mematikan perburuan rente itu berisiko tinggi. Diolok-olok dan bahkan dibunuh. Yesus mematikan praktik perburuan rente di Bait Allah. Para pemuka agama Yahudi yang berselingkuh dengan Penguasa Roma menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Ahok mematikan praktik perburuan rente APBD DKI. Ahok pun dijatuhi hukuman penjara dengan dakwaan penistaan agama. Ahok tetap tidak kapok atas risiko mematikan praktik perburuan. Kali ini ia mematikan praktik itu di Pertamina. Para pemburu rente dan penjahat politik selalu mengintainya untuk mencari celah mematikan Ahok. Apabila Yesus menghardik para makelar Bait Allah, “Jangan kamu jadikan rumah Bapa-Ku tempat berjualan!”, maka Ahok berkata kepada para pemburu rente dan penjahat politik, “Jangan kamu curi uang negara lewat jabatanmu!”

Quote of the day: “Put the politicians on minimum wage and watch how fast things change.” Anon.
Sumber : Status Facebook Efron Bayern

Sunday, March 7, 2021 - 13:45
Kategori Rubrik: