Pembully Denny Siregar Itu Apa Kemampuannya?

Ilustrasi

Oleh : Ivan Setiawan

Orang-orang itu membully Denny Siregar habis-habisan karena menurut mereka Denny cuma garang di medsos lewat tulisan-tulisannya, tapi melempem di ILC sebagai pembicara.

Apa yang mengagetkan dari caci maki itu? Tidak ada, karena dalam masyarakat yang budaya membaca atau literasinya rendah, tukang ngomong akan lebih dihargai daripada tukang nulis.

Mereka kesulitan membedakan penulis dengan pembicara, dengan pendebat, orator, agitator, tukang eyel-eyelan.

Waktu kuliah aku kenal beberapa penulis yang tulisan dan puisinya sadis, tapi orangnya aslinya kalem dan gak banyak bicara. Kamu bisa ngomong marah sambil mendelik dan tuding-tuding. Kalau nulis? Apa cukup dengan menuliskan sumpah serapah?

Nature seorang penulis jelas beda dengan pembicara dan pendebat. Denny bukan pendebat verbal yang harus menang dan gak boleh kalah. Dia adalah pendiskusi. Dia lebih dekat dengan gaya analitis-deskriptif, bukan argumentatif. Nah orang-orang itu kan taunya cuma satu: elo ngomong, gue denger. Itu aja.

Jaman now minat orang pada literasi sudah ambruk. Mereka malas nulis panjang, capek dan mikir. Lebih enak njeplak, ngomong, ngomong, minta didengar. Ngomong gak perlu pusing mikir tata bahasa (grammar), majas, atau yang lainnya. Baca panjang-panjang juga males, mendengarkan orang ngomong lebih enak dan simpel. Ini bukan soal kontennya, tapi lebih pada sisi teknis-praktisnya.

Orang akan terpukau kalau kamu ngomong tegas dan mantap, walau konten omonganmu isinya rongsokan. Nulis sebagus apapun, dengan berbagai gaya dan teknik, belum tentu bisa bikin orang terpukau. Apalagi bila itu adalah sebuah satire yang penuh pisau-pisau majas. Bahkan nulis rongsokan pun masi perlu ngetik dan mikir, gak bisa langsung njeplak.

Jaman yang lebih now juga lebih mendewakan gambar dan video ketimbang tulisan. Tapi itu aku bahas lain waktu aja.

NAH sekarang mari kita balik, apakah orang-orang itu, yang membully dan yang ngomong di ILC dengan mantap dan wow itu, bisa nulis seluwes dan sebagus Denny?

Bacalah ketawaku yang sastrawi ini: Ha ha ha.

Sumber : Status Facebook Ivan Setiawan

Friday, December 8, 2017 - 15:00
Kategori Rubrik: