Pembenaran Yang Menghancurkan

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Prabowo telah banyak melakukan ketidakbenaran.

1. Melakukan penculikan dan menghabisi nyawa aktivis yg sampai sekarang 13 orang masih hilang. Walau ada juga yg malah dijadikan herdernya dan sekarang pura-pura lupa bhw ada nyawa kawannya yg menjadi korban. Mereka sdh berubah dari aktivis menjadi pengemis. Video Agum Gumelar menjelaskan bhw itu fakta, bukan katanya.

 

 

2. Dari 36 Danjen Kopasus, hanya Prabowo yg dipecat. Ini artinya dia melakukan pelanggaran berat, dan termasuk pelanggaran HAM. Sehingga sampai sekarang dia tidak diizinkan masuk ke Amerika, Inggris dan Australia.

3. Dia membiarkan hoax tumbuh subur disekelilingnya, dan malah mendukungnya. Ingat kasus Ratna, dia melakukan jumpa pers. Ujung-ujungnya Ratna hampir lari dgn rencana yg dimatangkan bersama.

4. Dia menyuburkan ujaran kebencian,caci maki, dan kebohongan, plus kebodohan.Bahkan dia sendiri ikut mengumbar kalimat keji. Org Boyolali gak boleh masuk hotel di Jkt, Wartawan gajinya kecil kelihatan dari tampangnya, rakyat Indonesia nyaris miskin semua, Indonesia mengalami kasus korupsi stadium 4. Namanya ada di paradise paper, menguasai tanah jutaan hektar. Dst.

Semua ketidak benaran yg dia lakukan kemudian mau diakali dgn dalih-dalih yg mengarah kepada pembenaran.

Salah dan benar itu ada ruhnya, dan tidak bisa ditukar. Dalai Lama mengatakan : " Salah adalah salah, walau banyak yg melakukan. Dan benar adalah benar, walau sedikit orang yg melakukan ". Maka, kita yg waras harus membiasakan yg benar, bukan membenarkan yg biasa.

Sejak 2014 pasca kekalahannya dan sujud gagal yg memalukan. Dia dan koloninya tanpa henti melakukan kebohongan publik yg membuat kita bergidik. Sayangnya kelicikan, kebohongan ini malah membuat mereka bangga dan dipiara. Luar biasa, sekaligus berbahaya untuk sebuah bangsa yg pernah di hancurkan orba karena salah kelola. Jangan sampai kita masuk kelubang yg sama untuk kedua kalinya.

Sekarang terus digaungkan kebohongan, dan kebodohan, serta secara pararel mencari pembenaran. Pembenaran yg dipaksakan didukung oleh jutaan pendukungnya yg berpikiran sama. Mereka bangga dalam ketidakbenaran. Kalau ini dibiarkan Indonesia akan tumbuh dalam budaya kemunafikan yg luar biasa. Ini akibat dari hadirnya kebejatan dan kebiadaban moral yg disebarkan oleh ulama-ulamaan, politikus picisan, pendidik bajingan, dan orang tua yg melakukan pembiaran kepada anak-anaknya yg terpapar bibit radikal.

Kita yg waras tidak boleh membiarkan, ini bukan masalah suka atau tidak suka, tapi lebih kepada kelangsungan sebuah negara, yg membudayakan kebaikan dan kebenaran. Bukan membiarkan kebejatan yg membawa kehancuran, yg bisa menghentikan keturunan. Kita tidak mau kelak 17.000 pulau menjadi bekas Indonesia. Cukuplah Majapahit, Sriwijaya, Mataram, dsb, menjadi bekas kerajaan di Indonesia. Jangan pula kelak ada bekas sebuah negara, gara-gara kita membiarkan orang gila berkuasa merajalela.

Anda boleh beda memilih karena selera, tapi tidak boleh salah pilih untuk Indonesia. Karena bisa nangis bombay selamanya.

#MARIJOKOWILAGI

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, March 12, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: