Pembenaran Dalih Poligami

ilustrasi

Oleh : Jihan Davincka

Mereka yang memilih jalan poligami seringnya berkilah, “Kami mengikuti tuntunan Rasul. Istri istri Nabi Muhammad kan memang banyak.” Iya benar, istri Rasulullah memang tidak hanya 1.

Topik poligami, selalu menjadi topik yang bikin uring-uringan buat mayoritas kalangan perempuan muslim hehehe. Saya rasa, kita ini hampir mirip-mirip saja ya sikapnya, “Pada dasarnya kita oke-oke saja kalau suami mau poligami. Suami orang lain ya, asal jangan suami sendiri!” Hahaha.

Sebenarnya poligami ini bukan sesuatu yang rumit ASAL kita mau repot-repot mempelajari sejarah. Salah satu topik seru adalah usia Bunda Aisyah binti Abu Bakar saat menikah.

Adaaaaa aja yang nyari-nyari pembenaran kalau bodi orang Arab emang gede lah, anu lah itu lah hihihihi. Bukan gituuuuuu. Sotoy deh awwww  Perempuan Arab yang mungil-mungil juga banyak kelesssss.

Memang di masa lalu memangnya kalian kira perempuan itu kayak sekarang? Makanya bersyukur, Sis, kalian hidup di masa sekarang. Gak usah kejauhan ke ratusan abad yang lalu, perempuan itu baru mendapatkan hak untuk bersuara dalam politik situ pikir abad ke berapa? Coba googling sana!

Ya begitulah kondisi di masa lalu. Makanya ketika Islam datang dan menyerukan bahwa PERNIKAHAN terbatas EMPAT kali saja... duaaarrrrr, itu sangat reformis di masanya . Aturan itu untuk MEMBATASI sebenarnya bukan MEMBOLEHKAN.

Karena ayatnya turun di masa-masa perempuan tuh ya ampun, gimana ya, udah kek barang. Laki-laki mau menikah puluhan kali juga okeh, tidak ada ikatan mahar, tidak ada tanggung jawab suami yang mengikat, dst dst dst.

Karena posisi perempuan yang "rapuh" itulah, lembaga PERNIKAHAN di masa lalu bertujuan untuk meningkatkan derajat perempuan di lingkungannya. Terbebaskan dari perbudakan misalnya, jikalau yang bersangkutan termasuk dalam tawanan perang.

 

Jangan heran kalau Rasulullah dan para sahabat saling meminta untuk menikahi anak masing-masing. Bukan karena mata keranjang kok bisa-bisanya naksir anak sahabat sendiri. Tapi justru DIMINTA karena pertimbangan PERLINDUNGAN segala macam itu.

Daripada dinikahi oleh pria gak jelas ya mending dipercayakan kepada sahabat sendiri yang sudah dikenal perangai dan punya kedudukan yang baik.

Berat hidup perempuan di masa lalu, shaaaayyy

Disangka kek kita sekarang, mau sekolah setinggi mungkin bebas, mau ke mana-mana sendirian relatif aman, bekerja membiayai anak jadi single parent sangat mungkin dan tidak akan ada yang mengganggu karena dilindungi hukum dan UU.

Zaman dulu? Coba dipelajari sendiri sejarahnya.

Jadi, PERNIKAHAN di masa itu tujuannya lebih kompleks. Bukan sekadar menyatukan dua hati dalam satu ikatan rumah tangga, biar sama-sama ngegedein anak bla bla bla. Nope, tidak sesimpel itu.

Duh, abad milenial segini aja jadi janda repotnya ngadepin tekanan sosial, ya gimana di masa lalu. Again and again, being a man is a privilege.

Makanya sekarang kubingung dengan orang-orang yang ribet maksa-maksa orang lain untuk POLIGAMI dengan alasan meningkatkan kesalehan. Gak bisa jaga syahwat kok disama-samain dengan Rasulullah.

Saya tidak menentang. Monggo saja. Memang hukumnya BOLEH kok. Cuma ya jangan bersembunyi di balik sunnah nganu-nganu lah. Jujur aja, otong-nya gak tahan gitu, kan jujur lebih asyik.

Topik poligami juga kerap mengundang cemohan dari kalangan di luar Islam untuk mencemooh kehidupan pernikahan dan istri istri Nabi Muhammad. Jangan-jangan sebagian muslim sendiri juga tidak tahu nih.

Baiklah, mari kita berbagi info ya

Sumber : Status Facebook Jihan Davincka

Thursday, August 8, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: