Pembela

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Disebut pembela itu kalau dia mampu membela orang lain dengan kemampuannya. Tapi kalau dirinya sendiri pun tidak mampu dibelanya, maka copot saja gelarnya sebagai pembela.

Apalagi kalau sampai tidak kenal siapa atau apa yang dibelanya. Mendingan duduk manis di kursi penonton saja.

Gelar pembela itu dalam bahasa Arab lebih menggunakan diksi nashir (ناصر), seperti nashirus-sunnah (ناصر السنة) yang dilekatkan kepada Imam Asy-Syafi'i. Beliau digelari spt itu karena beliau punya ilmu tentang sunnah yang sudah matang dan khatam.

Jadi pembela sunnah itu kudu menguasai ilmu-ilmu tentang sunnah. Kalau tidak punya ilmunya, copot saja gelarnya.

Jadi pembela Al-Quran itu kudu mengusai ilmu-ilmu Al-Quran. Kalau tidak menguasai ilmunya, tidak pantas bergelar pembela Al-Quran.

Jadi pembela Islam pun sama ssja, musti kudu banyak ilmunya tentang Islam. Kalau tidak berilmu, mau membela apa?

Mending bela diri sendiri saja, biar jangan awam-awam amat jadi umat Islam. Belajar, ngaji, buka kitab, kepada ahlinya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.MA

Monday, April 15, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: