Pemakaian Hijab di SMK 2 Padang Tidak Dipaksa, Betul Pak?

ilustrasi
Oleh : Han Dyani
Dengan viralnya pemaksaan berhijab pada siswi beragama Kristen di SMK Negeri 2 Padang yang berujung dengan permintaan maaf dari kepala sekolahnya, terkuak juga ternyata ada 48 siswi beragama Kristen lain di sekolah itu yang sudah berhijab karena adanya peraturan sekolah yang mewajibkan pelajar putri berhijab.
Dan kata kepala sekolahnya selama ini tidak ada yang mempermasalahkan.
Bukan tidak ada yang mempermasalahkan pak, tapi ga ada yang berani mempermasalahkan karena takut diintimidasi bahkan mungkin dikeluarkan dari sekolah.
Mungkin sesudah kasus ini terkuak tidak akan ada lagi pemaksaan berhijab pada siswi yang beragama selain Islam.
Apakah cukup sampai disitu...??
Tidak...!!
Kewajiban berhijab juga harus dihapuskan pada siswi yang beragama Islam dan bukan hanya di SMK 2 Padang saja tapi seluruh sekolah terutama sekolah negeri di Indonesia dari SD sampai perguruan tinggi.
Karena hijabisasi pada anak-anak dan remaja perempuan kita hanya akan menimbulkan intoleransi dan pengkotak-kotakkan.
Biarkan anak2 kita tumbuh dengan masa kanak-kanak dan masa remajanya tanpa tekanan, intimidasi dan pemaksaan dari orang-orang dewasa yang beragama dengan egois.
Kepada guru-guru, kepala sekolah, semua tenaga pengajar terutama pada orang tua yang punya anak, coba kita ingat-ingat lagi saat kita seusia mereka, apa yang kita inginkan dan kita butuhkan pada saat itu...??
Saat kita seusia mereka, saat kita sedang mencari jati diri, kita ingin dan butuh perhatian, bukan tekanan, intimidasi dan pemaksaan yang akan mempengaruhi psikis anak-anak dan remaja.
Biarkan anak-anak kita mencari jati diri dengan pengawasan orang tua bukan dengan tekanan dari orang tua.
Jangan paksa anak-anak dan remaja kita stuck, mentok dengan jati diri yang dipaksakan oleh orang tua yang mabuk agama.
Selain memaksakan keegoisan beragama kalian, coba pikirkan juga kesehatan fisik dan psikis anak-anak kalian wahai para orang tua.
Btw sekalian menjawab pertanyaan seorang teman yang bertanya :
" Siapa sih maksud kamu yang mempropagandakan hijabisasi di Indonesia...?? "
Aku mau balik tanya ya tong...
Orang-orang dari kelompok mana sih yang selama ini paling riweuh mempropagandakan pemakaian hijab...??
Apa ulama-ulama dan kyai-kyai NU seperti Gus Dur, Mbah Bisri. Kyai Said Aqil, Gus Nadir, Gus Mus dll yang ilmu agama mereka sudah ga diragukan lagi pernah menghimbau apalagi mewajibkan hijab...??
Kaga pernah tuh...
Aku kasih tau aja ya kalo-kalo kamu ga tau atau pura-pura ga tau...
Selama ini yang paling kenceng teriak soal hijab wajib adalah orang-orang seperti Abdul Somad, Rizik Shihab, Felix Siauw, Adi Hidayat, Soni Eranata alias Maheer At-Thuwalibi dan orang-orang yang sekelompok dengan mereka ( P*S dan HTI ) yang selama ini kita tau mereka bagian dari kelompok berpaham radikal dan intoleran.
Mereka terus memaksakan doktrin-doktrin yang mengatasnamakan perintah agama dibumbui dengan menyebarkan hadist-hadist yang diragukan keshahihannya untuk menakut-nakuti.
Mau mendebat dan menyangkal...??
Silahkan cari dulu data dan faktanya ya tong.
Dan kamu mau ngikutin dan bela propaganda mereka...??
Monggo, itu hak kamu, aku hanya mengungkapkan realita.
Tapi jangan ngaku-ngaku pendukung dan pengikut NU kalo kamu malah ngikutin propaganda kelompok yang justru selama ini selalu merendahkan bahkan menghina ulama-ulama dan Kyai-kyai NU, jangan ambigu ya tong...
Aku pribadi tentu saja ga akan pernah mau ngikutin propaganda mereka, karena buatku itu salah satu bentuk perlawanan pada kelompok radikal dan intoleran.
Sumber : Status Facebook Han Dyani
Monday, January 25, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: