Peluang Ahok Maju Pilpres 2024

ilustrasi

Oleh : Alexander Siagian

Kalau dalam sepakbola, kemenangan ditentukan berapa banyak gol yang dicetak dikurangi jumlah kemasukan gol. Secantik apapun permainan suatu tim, kalau tidak bisa mencetak gol, apalagi kalau malah kemasukan gol, tidak akan menang.

Dalam pilpres pun demikian, kemenangan ditentukan berapa banyak jumlah suara yang diraih. Selama jumlah suara yang memilih seorang capres lebih besar daripada jumlah suara yang tidak memilihnya, maka dialah pemenangnya. Tidak ada artinya seorang calon punya prestasi baik dan kinerja memuaskan, jika itu tidak bisa membuat sebagian besar pemilih menjatuhkan pilihan kepadanya.

Pastinya Ahok masih cukup populer untuk jadi kandidat capres. Namun aturan hukum yang berlaku mengganjal mantan napi seperti Ahok, yang divonis dengan pasal yang ancaman hukumnya lebih dari 5 tahun walau vonisnya tidak sampai 5 tahun, untuk bisa maju jadi capres, selama DPR tidak mencabut pasal-pasal yang mengganjal itu.

Kalaupun dicabut dan Ahok jadi capres, kemungkinan menang juga tipis. Masih cukup banyak orang Indonesia yang tidak mau Indonesia dipimpin "Cina kafir". Bahkan Ahok pun mengakui stempel dirinya sebagai "penista agama" menjadi beban bagi partai manapun yang mau mengusungnya.

Sumber : Status Facebook Alexander Siagian

Tuesday, February 18, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: