Pelanggaran oleh Sang Pecinta

ilustrasi
Oleh : Eddy Sinang Trenggono
Para politisi Indonesia jarang bicara tentang NTT. Bahkan beberapa waktu lalu seorang anggota DPR yg "tolol" mengatakan bahwa di NTT hanya ada
Komodo. Sebuah pernyataan penghinaan yang malah menunjukkan tingkat rendahnya pengetahuan nya.
Orang orang kelas menengah Jakarta berbicara NTT juga hanya bicara tentang indahnya liburan ke kawasan nasional Pulau Komodo dengan keindahan alamnya yang diposting di sosmed.
Jarang ada yang membicarakan bahwa di NTT orang masih harus berjuang berjalan berkilo kilo untuk mendapat air bersih untuk diminum. Sesuatu yang dikota kota besar dibuang dan disia siakan.
Jarang ada yang memberi perhatian bahwa di NTT daerahnya gersang yang sulit ditanami padi atan sayuran.
Tidak ada yang peduli bahwa di NTT masih banyak. desa belum punya listrik.
Tidak ada yang peduli bahwa berkali-kali ada berita tentang TKW asal NTT yang disiksa oleh majikan diluar negeri. Mereka jadi TKW bukan karena hobby, tapi karena kemiskinan.
Beberapa kali ganti Presiden, kebutuhan pokok NTT untuk mendapat waduk dan sumur sumur artesis tidak terpenuhi.
Baru saat ini NTT mendapat pembangunan 6 Waduk dan puluhan sumur artesis.
Wajar bila hal itu menimbulkan kegembiraan luarbiasa bagi mereka
Baru sekarang beberapa politisi memberi perhatian
Khusus kepada NTT.
Tapi bukan masalah kekeringan, kelaparan dan kemiskinan rakyat NTT
Tapi tentang "pelanggaran prokes" seorang Jokowi di Maumere.......
Mau bicara tentang keadilan?
Seharusnya rakyat NTT yang menuntut keadilan kepada para ketua partai, anggota DPR dan para mantan Presiden dan pejabat jaman lalu
Mengapa baru saat Presiden sekarang mereka lebih diperhatikan??
Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono
Sunday, February 28, 2021 - 17:00
Kategori Rubrik: