Pelaku Pembacokan Gereja Badog Tetap Pelaku Kriminal

Ilustrasi

Oleh : Alim

Saya seorang dokter, dididik untuk menyelamatkan nyawa. Dari situ saya menjadi amat sedih bila melihat atau mengetahui ada orang yang terancam nyawanya, tak peduli status ekonomi, preferensi ideologi ataupun agamanya. Maka saat tadi pagi sepulang anter anak sekolah mampir di Gereja St.Lidwina, tempat terjadinya pembacokan pemuka agama dan umatnya yang sedang beribadah yang kebetulan tak jauh dari rumah, sangat sedih melihat gumpalan dan bercak darah yang masih berceceran di lantai. Saya bayangkan, kemarin beberapa nyawa siap melayang bersama keluarnya darah umat manusia. Ya, manusia!

Apapun alasannya --politik, agama, ekonomi, konflik pribadi-- pembacokan di Bedog itu adalah kriminal. Apalagi ini korbannya umat beragama yang sedang menggunakan hak asasi dan hak kewarganegaraannya untuk beribadah. Maka tak hanya perbuatan dosa antar umat manusia namun juga tindakan kriminal terhadap sesama warga negara.

Kalau ini motif agama, jelas akan merusak hubungan antar umat beragama. Ini akan meningkatkan semangat para kriminal lain sejenis sekaligus rasa permusuhan para fundamentalis di kubu yang 'berseberangan'. Untung dari para pengurus gereja dan jemaat yang saya temui di Bedog tadi tidak nampak sikap permusuhan ataupun sekedar kemarahan. Yang diucapkan adalah rasa terima kasih karena saya yang sarungan dan istri yang berjilbab sudah datang ke situ untuk menyampaikan simpati, dan sekedar bantu bersih-bersih.

Kalau ini motif politik, sungguh bejat! Meskipun saya belum melihat motif ini dari sisi pelaku, tapi saya tidak bisa menghapus dugaan bahwa ada tangan-tangan tak tampak yang menggunakan cara-cara kriminal untuk 'conditioning' politik. Apalagi, kejadian ini bukanlah satu-satunya dalam bulan-bulan terakhir. Penyerangan Kyai, pengurus ormas agama dan Intimidasi Bhante serta merta tampak sebagai rangkaian dengan penyerangan Gereja St.Lidwina.

Setidaksetuju-setujunya kita dengan orang lain, penggunaan senjata untuk menumpahkan darah dalam rangka menyerang duluan tetaplah tindakan kriminal. Dan kriminal tetaplah kriminal! Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknua secara profesional!

Sumber : Status Facebook Alim dengan judul asli kriminal tetap kriminal

Monday, February 12, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: