Pelajaran Akhlak

ilustrasi

Oleh : Ichwan Ndeso

Kaum Monaslimin 212: "Jokowi itu anti Islam. Suka kriminalisasi ulama. Dia pendukung penista Agama!".

Kaum Monaslimin 212: "KH Ma'ruf Amin itu tua bangka sudah bau tanah, bukannya momong cucu dan mengasuh santri, malah masuk politik!. Sudah batal keulamaannya!. Karena mau menjadi penyokong umaro".

Ketika KH Ma'ruf Amin sakit
Kaum Monaslimin 212: "Dasar kiai tak tahu diri. Sudah penyakitan dan mau mati, tapi masih mau jadi calon wapres. Rasakan azab Allah karena mau bersanding dengan Jokowi. Itulah balasan bagi orang yang mengkhianati umat".

Kaum Monaslimin 212: "KH Said Aqil Siradj itu tukang menyesatkan umat. Gembong Syiah kafir laknatullah. Tukang meracuni NU dengan alian liberal".

Ketika KH Said Aqil Siradj sakit. 
Kaum Monaslimin 212: "Lihatlah azab Allah telah menimpa orang yang mendukung Syiah dan liberal. Inilah penyakit sebagai balasan bagi pendukung Jokowi. Semoga cepat mati orang ini".

Ketika KH Ma'ruf Amin menjenguk tokoh Monaslimin 212, Ustad Arifin Ilham, apa kata mereka?

Kaum Monaslimin 212: "Ma'ruf Amin ada maunya. Dia tidak tulus mendoakan orang yang sakit. Itu hanya pencitraan. Sorry ya, kami tetap tidak akan memilih tua bangka ini".

Ketika Presiden Jokowi menjenguk. 
Kaum Monaslimin 212: "Dasar presiden hobi pencitraan. Itu jengukan politik. Bukan tulus sebagai sesama muslim. Semoga Jokowi yang gantian sakit tergeletak seperti itu. Azab Allah menantimu".

Wirosableng: "Subhanallah..sungguh hebat akhlaknya orang-orang yang gemar Aksi Bela Islam. Sungguh mulia akhlaknya kaum yang hobi bikin Ijtima Ulama. Subhanallah, sungguh agung nilai-nilai moral mereka yang biasa membela Tauhid. Sungguh sangat sempurna keimanan mereka. Subhanallah.

Sumber : Postingan status Ichwan Ndeso pada group FB Sahabat Gus Dur

Friday, January 11, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: