Pelacur

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Jika keliyan berfikir nona cantik itu bakal dibui gara-gara melacur silahkan kecewa. Lebih kecewa lagi karena nona itu dibayar dengan harga setara gaji 20 buruh pabrik sebulan hanya untuk sejam dan puncaknya cuma semenit setelah itu bebenah melhat yang bayar terkapar lemas sambil berlalu dari pintu hotel dengan tersenyum puas.

Sungguh pekerjaan yang enak bukan? Memaksimalkan kelebihan meraih kekayaan tanpa banting tulang.

Dia akan melenggang sebentar lagi setelah tidak menerima klien karena namanya terpampang. Duitnya sangat banyak dari hasil gituan. Tidak bakal dia kelaparan. Hebatnya, dia dianggap sebagai korban hingga tidak ada hukuman. Dan dia tidak bakal dibina di Rutan Pondok Bambu karena dia bukan pelacur jalanan.

Dalam kacamata hukum, yang kena borgol adalah germo nya atas tuduhan perdagangan manusia. Jadi jikapun dia melacur lagi hukum tidak bisa merobek celana dalamnya.

Itulah hukum Indonesia. Dia hanya bisa berhenti jika sudah insyaf.

Untuk membuat dia insyaf, mungkin kita perlu minta bantuan Zulkarnaen. Kali aja dua-duanya tobat.

Yang satu makin lembut hati dan ciutannya karena memberi tausiyah bak lantunan ayat-ayat cinta. Yang satu mendengarkan dengan takzim kemudian luruh dalam tangis sampai mata sembab hingga akhirnya berjilbab.

Kita doakan mereka berdua mendapat hidayah serta beroleh surga nantinya...

Dan poster dibawah ini nantinya hanya akan jadi penanda, betapa jahiliyahnya masa lalu mereka.. 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Monday, January 7, 2019 - 15:00
Kategori Rubrik: