PDIP dan Ahok

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

PDIP adalah partai besar dengan SOP yang ketat dalam proses penyeleksian calon pemimpin. Andaikan SOP dari PDIP tidak solid maka sangat sulit seorang Jokowi yang hanya kader tingkat daerah bisa jadi calon gubernur DKI dan akhirnya jadi Presiden. Disamping itu selama 10 tahun menjadi oposisi di pemerintah SBY,mengajarkan banyak kepada Megawati dan elite PDIP, bahwa partai harus berpihak kepada keinginan rakyat.

Partai tidak bisa hanya menjadi tertutup untuk kader saja tapi bisa juga untuk pihak diluar partai. Karena pada akhirnya ,siapapun yang terbaik berdasarkan survery maka dia berhak didukung dan partai wajib memberikan karpet merah dengan dukungan mesin partai untuk menjadikan seseorang terpilih sebagai pemimpin.

Hasil survey terakhir mengindikasikan belum ada satupun calon yang dijaring PDIP mempunya elektabilitas diatas Ahok. Atas dasar itu kemungkinan besar PDIP akan mendukung Ahok sebagai CaGub. Bagaimana dengan TemanAHok? tetap akan digunakan untuk melengkapi power mesin partai PDIP. BIla dua kekuatan mesin partai PDIP yang diakar rumput bergabung dengan relawan yang militan ,saya rasa Ahok tak terbendung untuk menjadi gubernur putaran kedua.

BIla Ahok terpilih lagi sebagai Gubernur maka Ahok harus belajar dari Jokowi bagaimana tetap konsisten dengan visi dan patuh terhadap sistem yang ada tanpa menimbulkan riak berlebihan dengan elite PDIP. Ahok harus belajar sabar dalam menghadapi persoalan bangsa. Karena orang jahat akan selalu ada namun menyelesaikan masalah dengan kehalusan budi pekerti akan melunakan hati yang keras dan bisa merebut cinta orang untuk mengikutinya dan tentu setia mendukungnya...** (ak)

Sumber tulisan : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Thursday, April 21, 2016 - 13:15
Kategori Rubrik: