PDIP Amankan Pilkada di Jawa dari Intoleransi

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Dari segi internal PDIP, nampak ada psikologis yang berbeda sejak kekalahan Ahok (yang didukung PDIP) tahun lalu. Hantaman dan proses kampanye yang keras dan kemudian Ahok kalah telah mengubah strategi PDIP di 3 provinsi dengan jumlah pemilih terbesar.

Terutama di Jateng dan Jatim. Karena di 2 provinsi inilah Jokowi meraup suara terbesar pada pilpres 2014 lalu. Jatim dicorat-coret besok deh 

Khusus di Jabar sendiri, dimana Jabar adalah penyumbang terbesar suara utk pemilu (17% jumlah pemilih nasional), strategi PDIP adalah memperkuat branding saja. Karena baik paslon Emil maupun duo DM sudah berada di belakang Jokowi. Maknanya, PDIP berpendapat JIKA di Jabar Jokowi tetap kalah di pilpres 2019 pun, setidaknya bukan di angka 40% lagi, tapi lebih tipis kalahnya 

Di Jateng..
PDIP sebenernya bisa mengusung cagub sendiri. Karena tak mau Jateng lepas dan pede yang sedikit mengendur, PDIP berusaha menggandeng parpol laen. Terutama pemegang suara NU, yaitu PKB atau PPP. Gus Yusuf dari PKB atau anak mbah Maemoen Zubair sudah sejak sebulan lalu didekati.

(Akhirnya deal dengan PPP lah yang terjadi). Putra ketiga mbah Maemoen Zubair, Gus Yasin (Taj Yasin, aleg DPRD Jateng 2014-2019) digandeng. Beliau masih muda, 35 tahun. Remaja 30an seperti saya 

Hal ini juga menjadi salah satu cara menarik suara warga Rembang-Pati. Yang mana beberapa waktu lalu, ada kisruh Semen di Rembang. Dan pantura Timur (Rembang-Pati) memang bukan basis utama PDIP.

Tentunya Gus Yasin akan berusaha mendulang suara di daerah kelahirannya. Juga di kotan bapaknya, mbah Maemoen. Dan juga kotanya Gus Mus 

Saya pikir, dengan tambahan dari Nasdem dan Demokrat, kuartet koalisi (PDIP, PPP, Nasdem dan Demokrat) pengusung Ganjar-Gus Yasin akan menjadi cagub terkuat sementara ini. Dugaan saya, maksimal hanya ada 3 cagub untuk pilgub Jateng. Kecuali PKB mau bergabung dengan koalisi PDIP.

Mas Ganjar..
Sebagai eks relawanmu, semoga njenengan tidak disidik KPK dalam waktu dekat. Kerja njenengan memang belum memenuhi ekspektasi saya dan rekan2 relawan dulu, tapi tidak mungkin dibilang jelek

Jateng gayeng. 
Tolong sedulur2 di Jateng pilih mas Ganjar

Demi Jokowi

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Monday, January 8, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: