Patriot vs Pembangkang

Oleh: Bintang Noor Prabowo
 

Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat) dan bukan berdasarkan kekuasaan (machtstaat)..

dan sejak kita sepakat mendirikan Negara Kesatuan Repulik Indonesia, maka hukum tertinggi adalah konstitusi..

 

 

Perlu diketahui, konstitusi juga disarikan dari nilai-nilai dalam kitab-kitab suci yang dianut warga indonesia, adat istiadat, norma, dan tata cara bermasyarakat..

semua peraturan yang berlaku di indonesia, dari peraturan RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan hingga keputusan Gubernur, Menteri, Presiden dan Undang-Undang, secara hirarkis tidak boleh bertentangan dengan Konstitusi kita, Undang-Undang Dasar 45..

dalam perkembangan dan dinamika jaman, konstitusi dan segala turunannya bisa berubah, ditambahkan, diganti, dikurangkan, atau disesuaikan, menuju ke arah yang lebih baik..

tapi satu hal, setiap warga negaranya harus taat pada aturan yang berada di bawah hirarki konstitusi tersebut, agar negara dapat berjalan tertib dan tidak chaos..

salah satu contoh terbaik yang aktual adalah Pak Basuki, yang karena keseleo lidah atas sesuatu yg pada substansinya tidak salah, dia diperiksa polisi, diselidiki dan dituntut Jaksa, dan pada akhirnya divonis Hakim dalam sebuah peradilan yang sah secara konstitusi..

tidak sekalipun dia mangkir, banyak alasan, melarikan diri, dan mempersulit proses hukum..

suka tidak suka, seberapapun pahit dan mengecewakan hasilnya, kita harus patuh pada mekanisme hukum yang berlaku..

masih teringat, seberapapun mengagetkannya hukuman bagi Pria baik itu (dibanding vonis adik Ratu Atut yg hanya 1 tahun penjara untuk 9,8milyar korupsinya yg ketahuan, misalnya), Pak Basuki masih membungkukkan badan memberi hormat kepada majelis hakim seusai vonis dibacakan..

Pak Ahok mengajukan banding, sesuai koridor hukum yg berlaku..

dia pasrah pada proses hukum, karena dia warga negara yang baik.. ketika dia merasa tidak bersalah, dia menempuh banding, mencari keadilan di peradilan yang lebih tinggi..

Pak Basuki mengakui kebenaran materiil pada putusan pertama di peradilan terendah, dan mencoba mencari keadilan di peradilan level selanjutnya di Pengadilan Tinggi, bahkan Mahkamah Agung..

orang-orang macam Pak Basuki ini adalah tipe patriot, seorang yang sangat cinta dan percaya pada negerinya.. sekalipun pasti ada rasa pedih di hatinya, diperlakukan sedemikian rupa oleh negara yang dibelanya, dan rakyat yang ingin dilayaninya..

contoh sebaliknya justru ditunjukkan oleh rizieq, dengan melakukan salah satu tindakan paling bodoh yang bisa dilakukan oleh seorang warga negara yang sedang menjalani proses hukum, yaitu: kabur ke luar negeri..

rizieq ini masuk ke kategori bromocorah.. 
bromocorah atau bra·ma·co·rah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai (1)orang yang melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; atau (2)penjahat yang sehari-harinya bergaul dengan masyarakat, tetapi pada suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan..

sebagaimana kita ketahui, rizieq pernah dihukum penjara 2 kali, pada tahun 2003 dan 2008.. 
bahkan dalam penggeledahan dan temuan barang bukti saat itu, di rumah rizieq ditemukan VCD Porno, Majalah Playboy, majalah porno, dan foto semi bugil salah satu Putri Indonesia..

sorry to say, menurut standart saya, orang semacam rizieq ini tidak termasuk kategori ulama.. penceramah mungkin iya.. tapi bukan ulama..

jadi jangan songong teriak kriminalisasi ulama..
yang ada justru mungkin ulamanisasi kriminal..

yang dilakukan rizieq justru berupaya mengerahkan massa secara sistematis dengan pamflet aksi bela "ulama", mangkir diperiksa, beralasan sakit, umroh, disniper penembak jitu yang tidak jitu, menyelesaikan master thesis, suntik cacar, kulakan daster, dan dagang daging onta (bukan firza)..

upaya agitasi dan perlawanan terhadap hukum secara liar seperti itu berpotensi mendelegitimasi kewenangan penegak hukum, dan berpotensi membahayakan keutuhan negara bila diikuti oleh banyak orang lainnya..

negara akan chaos jika tiap orang memaksakan kebenaran versinya, atau versi kelompoknya.. apalagi jika bersinggungan dengan kebenaran versi kelompok lain, serta menolak penegakan hukum untuk mendapatkan kebenaran material secara konstitusional..

perkara bahwa ada keputusan yg diambil para penegak hukum dan pengadil yang terkadang tidak tepat, itu sudah masuk ranah kewenangan Tuhan.. biar mereka kena tulah dan laknat..

tapi, negara harus kuat dan tegas menegakkan hukum.. karena jika tidak, maka kesepakatan kita dalam bernegara akan bubar..

ambil contoh ekstrim saja, sebagian Suriah dan Iraq.. sebagian wilayahnya Law-less (tanpa hukum).. 
bisa saja tiba-tiba datang rombongan bertopeng memuakkan merampas harta benda dan mengambil keluarga.. bahkan membunuhnya, hanya karena mereka merasa benar dan berhak, tanpa merasa bersalah melanggar hak dan kebenaran versi kelompok lainnya..

negara yang kacau/chaos, akan merugikan semua orang, baik yang taat hukum maupun yang tidak taat hukum.. itupun kalau masih tersisa negaranya..

tindakan kabur dari proses hukum itu adalah tindakan pengecut.. 
dan sejelek-jeleknya pengecut adalah pembangkang yang pengecut..

tapi ambil hikmahnya saja.. rizieq tak perlu menunggu vonis, dan langsung terpenjara tidak bisa menikmati alam indonesia yang konon sudah merupakan setengah gambaran surga..

setidaknya dia tidak di indonesia.. indonesia tanpa rizieq.. sesuatu banget..

atau jangan-jangan dia sedang menunggu dalam resah, cepat atau lambat digelandang kembali ke negeri yang mungkin tidak dicintainya, dengan sistem hukum yang tidak dihormatinya..

alkisah, Pak Jijieq (bukan nama sebenarnya) berantem sama istrinya karena ketahuan selingkuh sama seorang tante sebut saja namanya Fi..eh,Bunga..

dikejar pakai pentungan, pak Jijieq lari ke Ragunan..

demi melihat ada kandang macan sedang dibuka pawangnya, dia langsung menerobos masuk ke dalam.. dengan dua ekor macan yang kebingungan di belakangnya Pak Jijieq berlindung di belakang jeruji besi, dengan istrinya di luar kandang teriak-teriak histeris sambil bawa pentungan: "keluar luu pengecuut.. beraninya ngumpet di kandang macan, dasar pengecuut.."

(Sumber: Facebook Bintang Noor P)

Tuesday, May 16, 2017 - 14:30
Kategori Rubrik: