Patriarki, Tak Hanya Menyakiti Perempuan Tapi Juga Laki-laki

ilustrasi

Oleh : iim Fahima Jahja

Dari bulan Maret, team Queenrides membantu 3000an ibu-ibu kerja dari rumah. Ada yang bikin masker, jualan kue, frozen food dll. Rata-rata mereka bekerja sendiri di rumahnya, atau dibantu ANAK PEREMPUAN.

Selain cari uang, ibu dan anak perempuan juga masih mengurus pekerjaan rumah, hal yang selama ini dianggap sebagai domain perempuan. Saya harus ngotot dulu, baru anak laki2 dan suami bantuin. Kata sejumlah ibu2.

Ngga usah dibantuin gapapa bu iim, asal bapaknya ngga maen tangan. Selama ngga ada kerjaan, gampang tersinggung, mulut dan tangan maen semua. Kata ibu yang lain. Cerita istri mendapat kekerasan fisik dan verbal ini jumlahnya ratusan.

Yang saya tangkap dari berbagai stories itu: Krisis memukul ego banyak laki2 karena selama ini kehormatannya dinilai dari uang. Laki2 penghasil uang utama di keluarga. Ekspresi dari ego yg luka dilampiaskan dengan menyakiti secara fisik dan verbal pasangan dan anaknya.

Kenapa kok malah marah, bukannya malah membantu istrinya cari uang? Karena kebanyakan laki2 diajarkan menjadi dominan di keluarga. Membantu istri itu menurunkan kehormatannya. Laki2 juga tumbuh dilarang nangis, sehingga saat terpuruk, ekspresinya agresif. Menyerang.

Budaya patriarki yang menempatkan laki2 sebagai tokoh utama, ngga boleh lemah, selalu memimpin dlsb, tanpa disadari menyakiti bukan hanya untuk laki2 itu sendiri, tapi juga pasangan, anak dan masyarakat secara umum

Sumber : Status Facebook Iim Fahima Jahja

Monday, July 13, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: