Paspor Ganda Bukan Masalah Tidak Setia, Tapi Masalah Kemudahan!

Oleh : Septin Puji Astuti

Tadi rasan-rasan dengan suami,

Orang Indonesia yang tinggal di luar sono itu menggunakan paspor ganda sebenarnya bukan masalah setia atau tidak setia, tapi masalah 'kemudahan'. Catat ya kemudahan. Indonesia punya dua paspor, biru dan hijau. Biru itu paspor dinas, hijau itu paspor umum. Kalau mau banyak gratisan visa ya pakai paspor dinas. Tapi urusannya lebih ribet daripada menggunakan paspor hijau. Tambahan lagi, paspor biru itu kalau tidak salah hanya untuk pegawai negera/i.

Lha meski paspor dinas (biru) itu wira-wirinya lebih mudah dari paspor hijau, tapi ternyata kalau dipakai wira-wiri ke negara lain ya tetep susah. Coba cek berapa negara yang bisa bebas visa dengan menggunakan paspor Indonesia. Bandingkan dengan Malaysia yang seluruh Eropa bisa bebas visa lho. Saya sudah merasakan sendiri waktu anak-anak dan bapaknya harus keluar UK. Bingung cari negara yang bebas visa karena waktunya mepet, cuma 1 bulan dan tidak mungkin ngurus visa ke Eropa dalam waktu dekat. Apalagi yang model kerja Indonesia. Mau berangkat ke luar negeri, surat ijin baru diterbitkan kurang dari seminggu. Kalau buat ngurus visa trus piye? Bisa butuh 1-3 minggu untuk urus visa lho.

Urusan Brexit kemarin aja malah membuat banyak British memutuskan pindah negara ke Eropa. Katanya, lebih mudah wira-wiri ke Eropa. Sementara kalau mau balik ke kampungnya di Inggris, kan cuma daftar sekali saja. Untung mana coba?

Oportunis?

Ah jangan mudah bilang orang di sono itu oportunis.
Jangan mudah bilang orang di sono itu tidak setia.
Jangan-jangan, saya inilah yang oportunis dan memang tidak setia ke negeri ini. Indonesia yang seharusnya buat aturan yang memudahkan anak bangsa yang bisa diterima di luar sono. Bukan malah membuat pilihan, "kalau kau pilih dia: lu, gue, end". Lha kalau asli Indonesia trus mau pulang kampung opo yo terus diusir? Koruptor yang jelas-jelas keruk duit aja gak diusir kok.

Terus kalau negara yang bebas visa untuk pemegang paspor Indonesia itu hanya terbatas, sementara urusan ke luar negeri itu berkali-kali. Ditambah lagi aturan tidak boleh double kewarganegaraan. Lha itu namanya nyikso penduduknya. Kasih batasan, tapi tidak kasih keleluasan pergi kemana-mana. Makanya Indonesia itu kuper dan tidak dikenal oleh negara lain. Coba kalau melarang warganya menjadi warga negara lain, tapi WNI bisa masuk ke negara lain, kalau ini kan lebih menyamankan warganya. Yakin gak bakal ada yang pindah warga negara.

"Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarku sayang pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu

Tanahku yang kucintai
Engkau ku hargai
...."

https://www.youtube.com/watch?v=HyUV5hx1sa4

Anak-anak saya, meski WNI sepertinya lebih suka sono. Bukan kami mengajari, tapi mereka bisa merasakan sendiri kalau di negeri ini itu gampang gaduh dan berisik banget ... Makanya supaya negeri ini dicintai rakyatnya, jangan berisik, ya.

Termasuk sepeda dan mobilnya jangan war wer terus ya... Berisik banget ‪#‎eh‬

Selamat pagi nggih ...**

Sumber : facebook Septin Puji Astuti

Tuesday, August 16, 2016 - 09:45
Kategori Rubrik: