Pasca Debat Calon Gubernur, Anies Layak ditinggal Pemilihnya

Oleh : Damar Wicaksono

Saya ngga nonton debat pilgub Jakarta di Mata Najwa semalem, karena milih nonton Logan yang mau abis tayang :).

Saya baru nonton debat di yutub pagi ini. Juga mengamati coretan dan tulisan temen-temen. Saya rasa para golputers pada putaran pertama akan berkurang setelah melihat rangkaian peristiwa dari putaran pertama berakhir hingga debat semalem. Terutama karena dua hal di dua paragraf berikut:

1. Saat ditanya mengenai kampanye SARA yang terkesan dibiarkan. Mas Anies malah mengatakan pak Ahok sebagai biang masalah dan provokator. Katanya, seorang Gubernur tidak boleh membuat gaduh. Ia seperti tak menjawab pertanyaan dan memberikan solusi, tapi menyalahkan pak Ahok.

(Anies-Sandi baru rame mengutuk beberapa kampanye provokatif setelah GP Ansor, 100 kyai muda NU, juga kumpul kyai sepuh membahas sengkarut provokasi SARA di pilkada Jakarta)

2. Tentang Soeharto: "Dari Soeharto, kita bisa lihat figur yang stabil dan tidak emosional termasuk dalam melakukan pendekatan." Menekan habis pers dan kebebasan berpendapat, juga membiarkan kroni dan keluarga menguasai dan merusak SDA juga membentuk kartel menguasai duit rakyat - tapi tetap kalem & tidak emosional. Hm. Anies tidak objektif, karena gaya esem bupati Soeharto juga merugikan banyak orang

Saya rasa ada 5 isu dimana warga Jakarta seharusnya tahu bahwa petahana LAYAK meneruskan jabatannya

1. Isu pendidikan dan kesehatan (KJP dan KJS). Yang plus2an ya ke laut aja.

2. Isu perumahan. Program DP Nol2an dihajar habis-habisan

3. Isu integrasi transportasi publik. Integrasi angkot dengan PT. TransJ adalah jembatan menuju perubahan angkot menjadi bus sedang. Bukan malah dipertahankan seterusnya

4. Isu keberpihakan kepada UMKM.

5. Isu reformasi birokrasi. Akurasi data yang lemah tentang isu TKD membuat Anies dipukul telak

7,5% yang harus dikejar Badja berbanding 10,5% yang harus dicari Anies-Sandi. Seharusnya sih beban paslon 3 lebih berat JIKA TANPA ISU SARA.

Semoga mayoritas warga Jakarta menyadari siapa yang paling layak dipilih.**

Sumber: facebook Damar Wicaksono

Tuesday, March 28, 2017 - 17:30
Kategori Rubrik: