Pasangan Serasi GUbernur DKI

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Sanjungan luar biasa dari Riza Patria kepada Anies adalah hal yg tak lumrah sampai membuat kita mual dan mau muntah. Saking pengennya dia jadi wakilnya, sampai sanjungan gila di sampaikan dgn mematikan kesadaran atas kebenaran.

Zaman dimana, bahkan kita buang anginpun tak bisa di tutupi karena prilaku kita bisa dinilai orang sedunia. Eh, ada sanjungan menjilat pantat tapi telat, karena sang juragan sudah salah bersilat. 

 

Prilaku Anies sang Gubernur hasil kawin silang antara jualan agama dan nafsu berkuasa orang-orang di belakangnya, akhirnya keluar anak celaka yg membuat Jakarta porak poranda. Anies memang tak seimbang karena dia datang setelah Ahok, kapasitasnya bak bumi dan langit, mau kepalanya dijadikan kaki, dia tetap tak bisa mengejar prestasi dan cara Ahok menata Jakarta. 

Kelas sosok imajinatif tak kan bisa effektif, akhirnya outputnya fiktif. Pohon saja yg jelas di tebang, katanya di sehatkan di kebun bibit, kita semua dianggap kelinci buta yg bisa di kasi wortel, diam terpejam. Memindahkan batang padi saja harus ikut akarnya, bagaimana pohon Mahoni bisa di sehatkan dgn cara ditebang, apanya yg disehatkan. Se Balai Kota yg sakit, pohon yg dibilang tak sehat, dasar sesat.

Kebayang sodara, Anies berpasangan dgn Riza Patria, belum apa-apa perut kita sudah keram melihatnya, karena kita bakalan melihat manusia keram otak mau menata Jakarta. Ibarat pemain tenis ganda, bukan bola yg di pukulnya malah raket yg di kunyahnya, karena ukuran menang bagi mereka bagaimana caranya melakukan sesuatu dgn menghilangkan bekasnya, bahkan akar pohon mau di sulapnya. 

ANDAI RIZA DAN ANIES JADI BERPASANGAN, JAKARTA MAKIN SERAMPANGAN. MONAS BUKAN SAJA DI GERSANGKAN, BISA-BISA DI HILANGKAN SEKALIAN, JADI MONIF, MONUMEN FIKTIF.

AAH, ANIES, SULIT RASANYA MENCARI KEKURANGANNYA KARENA BEGITU BANYAK KECURANGANNYA.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, February 4, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: