Pasangan Penculik dan Tukang Sogok akan Memimpin RI?

Oleh: Afa Muafa
 

Kenapa menurut Anda pasangan Capres-Cawapres hasil Ijtima Ulama itu gagal diajukan ke KPU untuk mengikuti kontestasi dalam Pilpres 2019? Padahal hasil ijtima ulama itu mestinya dipatuhi oleh kelompok yang selama ini menggunakan isu SARA dengan memanfaatkan ulama.

Hingga lahirlah istilah-istilah gerakan bela ulama, GNPF ulama dan lain sebagainya. Namun ketika yang mereka anggap ulama itu bertemu dalam sebuah forum politik dan benar-benar merumuskan hasil pasangan Capres-Cawapres, ternyata hasilnya diabaikan. Kenapa?

 

 

 

Ya, Anda benar. Faktor kardus bicara. Ambisi syahwat kekuasaan ternyata bisa membuat orang gelap mata. Sandiaga Uno, yang akhirnya tampil dan bukan yang lainnya. Karena dia punya stock kardus yang banyak. Bukan kardus kosong tentunya. Ini yang tak dimiliki ulama-ulama yang direkomendasikan untuk mendampingi Capres Prabowo yang untuk kali keempat akan maju dalam kontestasi Pilpres. Hingga Yusril Ihza yang tak kebagian kardus koar-koar dan meminta Bawaslu pun akan turun untuk menangani permasalahan ini.

Sandiaga boleh membantah bahwa uang Rp 1 triliun yang separuhnya buat PAN dan separuh lagi untuk PKS itu bukan sogokan, melainkan untuk biaya kampanye. Yang jelas uang itu ada hingga akhirnya pria culun itu yang maju sebagai Cawapres. Lagian mana mungkin juga maling akan mengakui kalau dirinya seorang pencuri?

Selain berbohong karena bersama Anies Baswedan dia telah berjanji untuk menyelesaikan jabatan lima tahun di DKI, Sandiaga juga telah mengotori armosfer politik kita dengan secara telanjang melakukan politik uang. Dia nekat melakukan itu untuk bisa mendampingi Capres yang tak ada matinya, terus berjuang mendapatkan kursi kekuasaan yang diimpikannya untuk keempat kalinya.

Maka kloplah sudah pasangan yang akan ikut berkompetisi memimpin bangsa. Satunya tentara yang diberhentikan karena ada indikasi terlibat kasus orang hilang, sejumlah HAM, penculikan mahasiswa bahkan disinyalir melakukan pengkhianatan terhadap NKRI sehingga sempat melarikan diri ke luar negeri untuk beberapa waktu lamanya, dan kembali lagi karena mengincar kursi kekuasaan. Satinya lagi tukang sogok yang mengandalkan kekayaan untuk membeli kekuasaan, membeli predikat santri dan apapun yang bisa mengubah dirinya sehingga tampil meyakinkan di mata publik. 

Oh ya, pasangan ini juga mampu menjadikan setiap polling di medsos berpihak kepada mereka. Hal sama dilakukan pada PIlpres sebelumnya. Di banyak polling medsos dia menang. Namun  hasil pemilihan umum yang sebenarnya berbicara lain. 

Apakah Anda mau Indonesia dipimpin pasangan seperti ini? Coba cek kesehatan Anda. Sebab hanya orang tidak waras mau.

Friday, August 17, 2018 - 17:00
Kategori Rubrik: