Partai Kerasukan Setan

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Semua kita tau dan merasakan bahwa pilkada Jakarta adalah sebuah tragedi yg dibalut sentimen agama serta kemanusiaan. Jakartalah ajang kesombongan etnis atau pemeluk agama tertentu menggilas dgn ganas sebuah kebenaran yg dikerjakan seorang Ahok. Bahkan sampai skrg mereka bgt ketakutan seorang yg mrk sebut kafir. Mereka bgt takutnya sampai kocar kacir. Katanya beriman tapi melihat rumah ibadah orang lain jadi demam.

Anomali sebuah keakhlakan dalam berpolitik telah dilakukan, yg semula kita anggap sebuah strategi biasa menjadi begitu membuat kita ternganga dalam pilkada Jakarta. Islam dijadikan kapal selam menghantam luar dalam. Kawan sy yg non muslim berbisik, apakah cara2 picik itu dilegalkan para ulama, apakah islam bs melakukan segala cara hanya utk pilkada yg notabene outputnya mencari pemimpin yg bisa memimpin dan bekerja, bukan sekedar menang, bergaya, serta mengumbar kebohongan karena ketidak mampuan.

 

 

Norak dan picik, proses pilkada memakai rumah ibadah dgn pongah. Melakukan ancaman dari mimbar jumatan, menolak menshalati umat hanya krn beda pilihan, mereka lupa fardu kifayah, dan mereka lupa semua orang Indonesia punya hak dimakamkan dgn cara keagamaan yg dianut.

Statement HN tentang pola pilkada yg akan mrk lakukan utk Indonesia memakai pola Jakarta yg mereka rasa sebuah kemenangan, adalah sebuah ancaman membuat kericuhan. Karena telah dgn jelas mereka melakukan apa. Mereka membenturkan warga dgn warga padahal satu agama. Mereka tidak lagi sbg penganut pancasila, mereka mencederai kerukunan, mereka menghalalkan kemungkaran, mereka bukan lagi penganut kebenaran. Ini sebuah kecelakaan utk Indonesia.

Mereka para koloni ini adalah kelompok pendukung keradikalan, mendukung HTI yg telah dibubarkan yg dna nya sama dgn mereka, ini membahayakan keindonesiaan. Hukumnya, harus dilawan. Walau secara umum kdg tak kelihatan tp mereka merayap dibawah permukaan, maka kita harus penuh kehati2an, krn mereka kesetanan. Jangan percaya mereka bgt dekat dgn Tuhan bila akhlaknya jauh dari kebenaran, bulshit !.

Posisi kita menjaga Jokowi harus tidak lagi cuma selfa-selfie, tapi lebih kepada membentengi agar pembangunan yg dikerjakan berkelanjutan tdk dirampas kelompok perampok yg berotak jongkok. Begitu dgn jelas mrk memerangi kebenaran, mereka menolak kebaikan yg dikerjakan dgn cara keji dan menjijikkan dgn mengumbar fitnah dan makian diluar batas kemanusiaan.

Indonesia harus diselamatkam dari incaran manusia berakhlak pemalak dan ber dna menghancurkan kerukunan. KITA INDONESIA BERAZASKAN PANCASILA BUKAN AGAMA. ANAK MUDA HARUS WASPADA KAPAN SAJA.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Friday, April 20, 2018 - 09:15
Kategori Rubrik: