Paradoks Itu Menyatukan

Oleh: Badru Salam
 
Paradoks adalah suatu kontradiksi yang timbul atas sejumlah premis yang bertolak belakang. Premis merupakan landasan pemikiran atau asumsi dari kalimat atau proposisi yang menjadi dasar menarik kesimpulan atau logika. Dalam posisi (sudut pandang) dualitas ini akan selalu terlihat saling berlawanan, karena memang tidak sama.
Proses "menyatukan" sisi dualitas yang saling berlawanan (paradoksial) dalam perjalanan hidup/spiritual itu bisa menjadi tema yang menarik dan sedikitnya bisa memberi gambaran akan "tujuan" Allah dalam penciptaan makhluk. Dan lebih luas lagi adalah memahami makna atau esensi dari "ibadah" itu sendiri.
 
Ketika bisa "menyatukan" kedua sisi yang berlawanan ini, biasanya akan berpengaruh terhadap pembentukan sikap yang positif, seperti Kelenturan, Fleksibilitas, Kedewasaan Berpikir dan Kearifan (Bijak). Jadi bisa dibilang, "penyatuan" ini adalah merupakan "resep anti kejumudan". Memaksimalkan potensi dalam arah menuju "kesempurnaan" sebagai manusia.
Jadi, kalau Kepintaran itu masih berbicara tentang "atau", maka Kearifan itu sudah mengakui "dan". Jika dihubungkan dengan intelektualitas, artinya Kearifan itu merupakan kematangan intelektualitas.
Dualitas dari unsur yang "paradoks" dalam tinjauan dualitas ini selalu ditemukan baik dalam bahasan agama ataupun budaya/tradisi.
Dalam Islam, ada unsur Jamaliah dan Jalaliah. Penyatuan kedua unsur ini nanti akan berhubungan dengan "mengenal" Allah, atau Makrifat.
Dalam Zoroastrianisme (Majusi), ada unsur Ahriman (Angra Mainyu) dan Spenta Mainyu, lalu selanjutnya "memasuki" cahaya Ahura Mazda (Tuhan Yang Bijaksana).
Dalam Hindu, ada unsur Shiva dan Shakti (Durga), ketika bisa "menyatukan" nya jadilah Ardhanareswara (penyatuan). Dan lahirlah anaknya, Ganesha (pengetahuan, gnosis).
Dalam tradisi Cina, ada unsur Yin dan Yang, ketika bisa "menyatukan" nya jadilah Tao (kebenaran).
Dalam tradisi Jawa, ada unsur Lanang dan Wadon, ketika bisa "menyatukan" nya jadilah Semar (kebijakan).
Dan masih banyak lagi contohnya.
Eits.. jangan lupakan satu lagih.. ini yang wuenak.. Penyatuan Unsur Maskulin dan Feminin dalam diri manusia, akan melahirkan generasi penerus (baca: anak keturunan), dengan "bonus" kenikmatan yang aduhai dalam hal rasa.. hahaha.
Semoga..
 
(Sumber: Facebook Badru Salam)
Friday, September 11, 2020 - 23:00
Kategori Rubrik: