Para Tokoh #AntiJokowi Mulai DItolak Di Berbagai Daerah

Orang yang suka mengadu domba adalah orang yg tidak mampu berkarya positip.makanya untuk menutupi kekurangannya selalu mencari perhatian dengan perbuatan negatip. Semoga mereka segera sadar, agar tidak ditolak masuk Sorga, karena tempat para pemfitnah itu di Neraka jahanam. Dan orang yang.jujur, adil dan rendah hati itu adalah kekasi Allah,

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

 

Kelompok ini kecil bila dibandingkan kelompok yang cinta damai di negeri ini, namun tatkala dibiarkan oleh aparat malah terlihat makin menjadi, dikiranya masyarakat takut, saat aparat pun seperti mendiamkannya. Dan apa yang mereka lakukan dianggapnya paling benar, tidak ada salahnya sama sekali. Mereka semakin berani bahkan bisa brutal bila dipicu sang orator yang pintar memanaskan hati mereka.

Pembenaran terjadi selalu dengan menyalahkan pihak lain. Persekusi dan pelecehan terjadi sebagai bukti apa yang dilakukannya itu sudah benar, pokoknya gerakan 2019 ganti presiden harus selalu benar apa pun peristiwanya, apa pun perdebatannya. Kalau mereka sedang menyampaikan pendapat, tidak peduli tempatnya, tidak peduli mengganggu ketertiban umum, yang penting kebebasan menyatakan aspirasi. Padahal sudah jelas salah masih ada pembelaan dan pembenaran. Bila perlu dikeluarkan ayat-ayat agamanya,

Dan di Batam, ketika ada warga menolak kedatangan Neno, mereka tidak pernah menyatakan sebagai kebebasan berpendapat, malah menganggapnya sedang di persekusi. Jadi bisa membedakan to? Orang lain menyatakan aspirasi, mereka sebut persekusi dan main kasar. Mereka deklarasi di area penuh aktivitas jual beli, mereka sebut sebagai penyampaian aspirasi. Pokoknya kalau mereka selalu benar, yang lain pasti salah.

Padahal bagi manusia berakal sehat, bagaimana kamu menilai dirimu, demikian juga kamu menilai orang lain. Kalau kamu merasa berhak untuk mengutarakan pendapatmu, maka kamu juga harus memberi hak orang lain mengutarakan pendapatnya. Kalau bani tagar #2019GantiPresiden merasa bahwa orasinya di depan Markobar sebagai sesuatu yang pantas, maka penolakan masyarakat di berbagai wilayah juga harus dianggap sebagai sesuatu yang pantas. Adil kan?

Tetapi memang bagi KAMPRETER selalu berlaku standar ganda. Pihaknya korupsi dibela mati-matian, pihak lain korupsi dihina sampai mampus. Pihaknya bersalah dianggap benar, pihak lain benar dianggap salah. Mau tidak mau, ya tidak salah juga dijuluki kampret, hidupnya kebalikan unggas pada umumnya.

Untuk itu masyarakat HARUS DISADARKAN bahwa gerakan #GantiPresidenadalah gerakan kelompok POKOKNYA BENAR itu harus dilawan dan diusir dari wilayahnya masing-masing agar tidak mengganggu ketenangan dan kedamaian warga setempat.

Mereka selalu datang bukan membawa damai tapi provokasi adu domba berbalut agama. Terserah masyarakat menilainya, ingin daerahnya tentram atau terjadi keributan akibat kedatangan mereka itu.

Salam Dung Dung Pret!

 

Thursday, August 2, 2018 - 08:15
Kategori Rubrik: