Para Perusuh Medsos Di NKRI

ilustrasi

Oleh : Guntur Wahyu Nugroho

Mental tempe dan pecundang itu memang serba merepotkan. Pengen berkuasa, baru mau bertanding sudah tidak percaya diri, takut kalah. Lalu melemparkan isu lawan tandingnya, penyelenggara dan wasit pertandingannya curang. Padahal keadaan baik-baik saja.

Tanpa bukti menuduh sembarangan bahkan pakai jurus hoax dan kampanye hitam menjelek-jelekkan semua pihak yang dianggap tidak melayani kepentingannya. Sampai berteriak-teriak histeris dan menangis cengeng supaya orang-orang asing dari seberang lautan datang untuk ikut mengawasi pertandingan.

Politisi maupun pendukung mental tempe dan pecundang macam ini hanya punya satu tujuan, berkuasa dulu urusan belakangan. Meskipun junjungannya menjadi Presiden Boneka pun tidak masalah, asalkan lawannya jatuh. Mau Indonesia terbakar hebat, rusak dan terpecah-belah, emang dipikirin asal mereka pegang kendali di Indonesia. Slogan anti aseng-asing hanya berlaku jika bisa dijadikan sebagai amunisi untuk menjatuhkan lawan.

Sungguh suatu kedunguan luar biadab yang justru diamini oleh yang dianggap filsuf meskipun "filsuf" ini masuk kategori Kaum Sofis dan Retoris yang menjadi bulan-bulanan metode dialektisnya Socrates sebab filsafat kaum sofis hanya menghasilkan sampah.

Sumber : Status Facebook Guntur Wahyu Nugroho

Sunday, March 24, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: