Para Penghujat BCL

ilustrasi

Oleh : Mimi Hilzah

Sepengetahuan saya, Ernest bukan orang yang terlihat suka mencitrakan diri sebagai pemeluk agama yang gimana. Dia jualan ide dan karya, tapi selain itu otak dan hatinya dipakai semaksimal mungkin sebagai manusia. Ya bener, apa gunanya memeluk agama hebat tapi di kenyataannya mengaplikasikan ajaran sederhana berupa berbuat baik, bersikap peka dan menghindarkan diri dari menyakiti orang lain saja kita sering gagal?

Ashraf Sinclair berpulang tanpa pamit. Tapi masya Allah, kesaksian orang-orang terdekatnya dan mereka yang menggaulinya hampir tiap hari di lokasi syuting; Ashraf orang baik, baik banget. Passionate, humoris, perhatian, ramah, ayah yang luar biasa. Anaknya pernah menyambangi di lokasi syuting. Ashraf mengambil waktu antara jeda scene untuk bermain dengan Noah.

BCL dan Ashraf bahkan oleh tetangga yang tidak seberapa akrab pun digambarkan sebagai pasangan yang unik, apa adanya tapi sangat ramah. Selalu tersenyum kepada siapa saja.

BCL sepanjang merintis karirnya pun sudah cukup maksimal memberikan yang terbaik dari diri, karya dan kerjanya kepada kita para penonton dan penikmat seni.

Lalu ini balasannya?

Lalu mentang-mentang kita punya akses tak terbatas untuk menaruh komen di kolom komentar postingan-postingan tentang mereka dua hari ini, kita boleh saja merisak pilihan dan prinsip hidup mereka?

BCL cantik dan berbakat, sayang ngga pake jilbab...

Ditinggal suami mati muda tapi kaya raya itu ngga sedih-sedih bangetlah... enaklah harta suaminya jatuh ke dia semua...

Harga sepetak tanah makam di Sandiego Hills itu harganya bisa sampe ratusan juta, mending disumbangin... cukup nisan sederhana sebagai penanda...

Lalu baru sejam lalu saya nonton infotainment yang menggunakan kalimat; ; "Bagaimanakah silang sengkarut misteri kematian Ashraf Sinclair yang mendadak dan misterius ini bisa terkuak?"

Silang sengkarut itu dipakai seolah-olah ada peristiwa pembunuhan sekaligus perebutan harta gono-gini.

Masyarakat sakit. Media sakit. Tapi berlagak paling sehat. Dan yakin masuk surga.

***

Ada anak lelaki bernama Noah yang tidak bisa berpura-pura di depan publik, ia benar-benar kehilangan sosok ayahnya yang sangat baik. Mulai kemarin, anak kecil ini harus belajar mati-matian caranya menahan rindu, berharap berjumpa sang ayah dalam mimpi atau bisa mengirim pesan kepada si ayah lewat doa. Semoga ia tak kesulitan menghimpun ingatan-ingatan tentang ayahnya, semoga cukup kuat jadi bekalnya menjadi seorang lelaki tangguh.

Cukup melihat wajah polosnya bersimbah air mata, cukup alasan bagi kita menahan lisan yang seolah-olah peduli tapi nyatanya melukai.

Bayangkan jika Noah adalah anakmu sendiri.

Sumber : Status Facebook Mimi Hilzah

Wednesday, February 19, 2020 - 17:15
Kategori Rubrik: