Para Pencipta Surga Gadungan

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Manusia yang sejak usia dini sudah dicekoki dengan ajaran-ajaran halusinasi, tidak lagi mampu untuk berpikir logis.

Hal-hal yang logis dianggap salah, sebaliknya hal-hal yang tidak masuk akal dibilang benar.

Segala tindak tanduk dan perbuatannya tidak lagi berdasarkan ketulusan, tapi terselubung pamrih.

Orang hanya mau berbuat kebajikan jika ada sesuatu yang diinginkannya, tanpa adanya pamrih, baik itu berupa benda maupun berupa sesuatu yang tidak kasat mata ( surga ), maka orang hampir tidak memiliki lagi keinginan untuk berbuat kebajikan.

Manusia hanya senang jika menerima sesuatu, berbunga hatinya jika mendapatkan sesuatu, ingin segala miliknya semakin bertambah dari waktu ke waktu.

Sebaliknya manusia akan berduka jika apa yang dimilikinya berkurang, susah hatinya jika hartanya menyusut, kecewa jika miliknya hilang, keberatan jika milik atau tenaganya terbuang demi menolong orang lain.

Hati manusia akan berbunga-bunga jika mendapatkan pujian dan sanjungan, orang akan bersuka cita jika memiliki pengharapan, akan tenang hatinya jika memiliki kepastian akan masa depannya setelah tubuhnya membusuk ditelan kematian, akan memberikan apapun yang dimilikinya kepada orang lain yang dapat memastikan bahwa kelak setelah kematian menjemputnya, jiwanya akan hidup abadi didalam surga.

Pengharapan dan solusi untuk mengatasi ketakutan manusia akan hari kematian ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan profit berlipat ganda bagi "Para Pencipta Surga".

Tanpa perlu mengeluarkan modal ratusan juta, tanpa perlu kerja keras membanting tulang dan memerah pikiran, hanya bermodalkan sebuah kitab dan ketrampilan mengolah kata, senyum semanis madu, suara lantang, penampilan sesuai dengan peran yang dibawakannya, maka cukuplah modal untuk mengeruk keuntungan berlimpah dari para pengikutnya.

"Para Pencipta Surga" paling anti menerima kritik, tapi mereka paling suka melontarkan kritik dan hujatan bagi kelompok lainnya.

Lucunya ... "Para Pencipta Surga" itu paling gemar menyuruh orang lain untuk berangkat terlebih dahulu menuju surga, tapi ketika mereka disuruh berangkat menuju surga duluan, mereka pasti akan menolak dengan berbagai alasan ... 

"Manusia halu" memang makhluk paling lucu ... ketika mereka hidup didalam dunia saat ini, disini, didalam alam yang nyata ini, mereka tidak pernah berkeinginan untuk menciptakan surga bagi diri mereka sendiri.

"Manusia halu" selalu hidup untuk sebuah pamrih ... padahal surga yang sesungguhnya tidak bakal mampu tercipta jika pamrih masih menguasai diri manusia.

Jika pada saat hidup saat ini saja, manusia masih selalu mementingkan dirinya sendiri, menganggap dirinya lebih sempurna daripada orang lain, melakukan segala sesuatu untuk mengejar imbalan/pamrih, bagaimana mungkin mereka punya pengharapan akan hidup abadi didalam surga yang tidak pernah ada pamrih didalamnya ... ???

Berdoa hanya untuk meminta, beribadah hanya untuk mendapatkan pengharapan, menjalani hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri, mana mungkin akan mendapatkan surga ... ??? Surga kebohongan ... Surga kemunafikan ... Surga kepalsuan ... ???

"Para Pencipta Surga" memang jagonya beri pengharapan, tapi pengharapan itu hanya ditujukan bagi para pengikutnya, bagi diri mereka sendiri tidak ada yang namanya "Pengharapan", karena surga mereka bukan didalam pengharapan tapi saat ini, saat dimana mereka masih bisa menikmati segala kenikmatan didalam dunia, dimana mereka berada dan hidup saat ini.

Tempat dimana melalui kebohongan yang mereka ajarkan, mereka benar-benar merasakan hidup didalam surga ... ???

Makanya ketika mereka disuruh berangkat terlebih dahulu menuju surga yang selalu mereka ajarkan kepada para pengikutnya itu, mereka selalu menolak untuk segera berangkat.
Ketika mereka disuruh berangkat duluan, pasti mereka gak bakalan mau ...

Sekarang paham ... saiki mudeng ... ???

Rahayu ... 

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Thursday, October 29, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: